Mengenal Sangiran, Situs Arkeologi di Jawa Tengah

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Indonesia banyak ditemukan peninggalan prasejarah di berbagai situs. Salah satu situs paleoantropologi yang terkenal adalah situs Sangiran yang terletak di Sragen, Jawa Tengah. Dilansir dari website kemdikbud.go.id (diakses 26/10/2021), nama situs Sangiran mulai dikenal sejak Von Koeningswald, seorang peneliti asal Belanda, melakukan penelitian di sana pada tahun 1934. Pada saat meneliti di Sangiran, Von Konenigswald menemukan alat-alat batu hasil budaya manusia purba. Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1936, ditemukan fosil manusia purba pertama di Sangiran oleh para penduduk setempat.
Sejak saat itu, semakin banyak penelitian yang dilakukan di Sangiran. Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan banyak temuan peninggalan prasejarah, baik berupa fosil manusia, fosil hewan, alat tulang, dan alat batu. Saat ini terdapat Museum Purbakala di Sangiran yang memuat banyak peninggalan masa prasejarah.
Situs Sangiran, Situs Arkeologi di Jawa Tengah
Sangiran adalah sebuah situs paleoantropologi yang terlengkap di Indonesia dan cukup terkenal di dunia. UNESCO telah mengakui keberadaan situs Sangiran sebagai salah satu warisan budaya dunia sejak Desember 1996.
Temuan di situs Sangiran antara lain fosil Pithecanthropus Erectus. Ada pula fosil Meganthropus Palaeojavanicus yang ditemukan di situs tersebut. Menurut buku Indonesia Nan Indah: Situs Purbakala oleh Kusnanto (2008: 16-17), secara keseluruhan, fosil yang ditemukan di situs Sangiran berjumlah 13.809 buah, 2934 di antaranya disimpan di Museum Sangiran, selebihnya, 10875 total disimpan di ruang pamer. Adapun fosil-fosil tersebut antara lain:
Fosil Manusia:
Australopithecus africanus
Pithecanthropus mojokertensis
Homo soloensis
Homo neanderthal Asia
Fosil Binatang Bertulang Belakang
Elephas namadicus (gajah).
Stegodon trigonocephalus (gajah).
Mastodon sp (gajah).
Bubulus palaekarabau (kerbau).
Felis palaeojavanica (macan).
Sus sp (babi).
Rhinocerus sondaicus (badak).
Bovidae (sapi, banteng).
Cervus sp (rusa dan domba)
Gigi Buaya dari famili Gavidae
Fosil Binatang Air
Crocodillus sp (buaya).
Ikan dan kepiting.
Gigi ikan hiu.
Hippopotamus sp (kuda nil).
Mollusca (kelas Pelecypoda dan gastopoda).
Chelonia sp (kura-kura).
Foraminifera.
Batu-batuan
Meteorit atau taktit.
Kalesdon.
Diatome.
Agete
Amatis
Alat-alat Batu
Serpih dan bilah.
Serut dan gurdi.
Kapak persegi.
Bola batu.
Kapak perimbas (penetak).
Museum Sangiran adalah sebuah objek wisata yang tidak hanya memiliki manfaat rekreasi namun juga dapat menambah pengetahuan kita mengenai manusia purba. Jadi, jika anda memiliki ketertarikan untuk mempelajari kehidupan pada masa prasejarah, anda dapat mengunjungi Museum Sangiran pada saat liburan. Museum ini kini juga dapat anda kunjungi secara virtual melalui laman kebudayaan.kemdikbud.go.id.
Itulah penjelasan mengenai Sangiran, salah satu situs paleoantropologi di daerah Jawa Tengah. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan anda mengenai situs prasejarah di Indonesia. (IND)
