Mengenal Sejarah dan Asal Daerah Upacara Kasada

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setahun sekali menurut penanggalan Jawa, masyarakat Tengger mengadakan upacara Kasada yang bertempat di puncak Gunung Bromo dan lautan pasir di daerah utara kaki Gunung Batok. Upacara Kasada berasal dari Jawa Timur. Upacara ini dilaksanakan setiap tanggal 14 atau 15 bulan kedua belas menurut penanggalan suku Tengger pada tengah malam bulan purnama.
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia: Kelas 5 Sekolah Dasar yang ditulis oleh Engkos Kosasih, dkk (2007: 34), salah satu acara yang menarik dari upacara Kasada adalah upacara melemparkan sesaji yang berupa hasil sawah ladang dan ternak mereka ke kawah Gunung Bromo sebagai ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai upacara Kasada.
Mengenal Sejarah Kebudayaan Upacara Kasada
Suku Tengger merupakan sebuah komunitas masyarakat yang mendiami wilayah di sekitar kaki Gunung Bromo, tepatnya di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Rata-rata masyarakat Suku Tengger menganut agama Hindu.
Adapun Suku Tengger terkenal akan keragaman budaya dan berbagai ritual upacaranya. Salah satu ritual suku Tengger yang sangat terkenal dan bahkan menjadi daya tarik wisata setiap tahunnya adalah upacara Kasada.
Upacara Kasada berasal dari Jawa Timur. Sejarah upacara ini merupakan sebuah ritual sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar dijauhkan dari berbagai macam malapetaka di kemudian hari dengan cara melarung hasil bumi ke dalam kawah Gunung Bromo. Upacara Kasada pada perkembangannya disebut sebagai salah satu hari raya umat Hindu Tengger.
Berikut adalah tahapan upacara Kasada yang dikutip dari buku Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Implementasinya dalam Pendidikan Sekolah Dasar yang ditulis oleh Karimatus Saidah, dkk:
Para acara, yaitu sebelum pelaksanaan upacara Kasada dilakukan pengambilan air suci di Gunung Widodaren untuk melaksanakan ritual yang dikenal dengan ngelukat umat atau penyucian jiwa.
Upacara pembukaan, yaitu pembukaan oleh panitia dan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah.
Upacara ritual Kasada dilakukan di Poten, yaitu sebuah pura yang terletak di lautan pasir di kaki Gunung Bromo.
Ngelukat umat, yaitu pembersihan jiwa umat dengan membagikan bija yang ditempelkan di bagian muka.
Muspa atau persembahyangan yang dipimpin oleh pinandhita dan dibantu oleh para pemuka.
Pembacaan mantra pasca sembahyang.
Pemilihan calon dukun adat yang menggantikan dukun sebelumnya.
Acara lelabuhan sesajen
Slametan, yang merupakan akhir dari ritual Kasada.
Upacara Kasada merupakan salah satu kebudayaan dari Indonesia yang wajib untuk dilestarikan. Semoga bermanfaat! (CHL)
