Mengungkap Kisah Bangsa Arab pada saat Pra Islam, Sebelum Agama Allah Swt Datang

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika berbicara tentang kisah bangsa Arab pada saat pra Islam, artinya membahas tentang bangsa Arab sebelum agama Allah Swt. datang menuntun manusia, yakni agama Islam. Sebelum Islam datang, banyak bangsa Arab yang menyembah berhala.
Selain itu, ada juga bangsa Arab yang menyembah jin, roh, malaikat, bahkan bintang. Kebanyakan bangsa Arab pada masa sebelum Islam percaya terhadap takhayul, seperti dalam setiap perut manusia ada ular atau cincin tembaga dapat menambah kekuatan.
Kisah Bangsa Arab pada saat Pra Islam
Islam adalah agama pembawa kebenaran dan penuntun bagi umat manusia menuju jalan yang diridai oleh Allah Swt. Ada banyak bangsa di dunia yang pernah mengalami masa sebelum datangnya Islam atau masa pra Islam.
Salah satu contoh bangsa yang pernah mengalami masa tersebut adalah Arab. Kisah bangsa Arab pada saat pra Islam terbilang cukup kompleks, baik itu dalam segi kepercayaan maupun kondisi sosial. Berikut penjelasannya yang dapat disimak.
1. Bidang Kepercayaan
Semula, masyarakat Makkah merupakan penganut agama tauhid yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim a.s. Kemudian, dilanjutkan oleh putra Nabi Ibrahim, yakni Nabi Ismail a.s.
Namun, setelah Nabi Ismail wafat, masyarakat mulai berpindah menyembah kepada selain Allah Swt. Beberapa masyarakat sebelum datangnya Islam pun banyak yang menyembah berhala.
Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas X, Achmadi dan Sungarso (2021: 9), beberapa bentuk pemujaan yang dianut oleh bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam, antara lain:
Menyembah jin dan roh.
Menyembah malaikat.
Menyembah berhala atau arca-arca yang terbuat dari batu, kayu, dan logam.
Menyembah bintang-bintang, yakni matahari, bulan, dan bintang lain yang cahayanya gemerlap pada malam hari.
Selain itu, mengutip dari buku yang sama, Achmadi dan Sungarso (2021: 10), bangsa Arab juga banyak yang percaya terhadap takhayul, seperti:
Di dalam setiap perut manusia ada ular, perasaan lapar timbul karena ular menggigit usus manusia.
Menggunakan cincin dari tembaga atau bisa dapat menambah kekuatan.
Jika mengharapkan hujan, bangsa Arab mengikat rumput kering pada ekor kambing.
2. Bidang Sosial
Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam: Teori, Prosedur, dan Ruang Lingkupnya, Suryadi (2023: 31 – 32), para sejarawan merumuskan sejumlah karakteristik tabiat bangsa Arab, antara lain:
Masyarakat Arab sangat cinta dan setia pada adat dan tradisi kabilahnya masing-masing. Hal itu tercermin pada kegemarannya menjamu tamu-tamu atas nama kabilah (suku bangsa atau kaum yang berasal dari satu ayah).
Ibnu Khaldun mengungkapkan bahwa pada masa jahiliah, masyarakat Arab adalah masyarakat yang sangat tidak beradab. Masyarakat tersebut gemar melakukan perampasan dan permusuhan, tidak memiliki kemampuan dan ilmu, tetapi pemberani dan sanggup berkorban untuk hal-hal yang menurutnya baik.
Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa masyarakat Arab pada masa itu mempunyai dua sifat sekaligus, yakni positif dan negatif. Sifat positif tersebut merupakan penunjang perkembangan Islam dan pendorong perkembangan masyarakat.
Baca juga: Mengetahui Perkembangan Islam di Benua Asia secara Singkat Simak Ulasan
Setelah menyimak ulasan kisah bangsa Arab pada saat pra Islam, diketahui bahwa bangsa tersebut pernah mengalami masa jahiliah. Walaupun demikian, sisi positif berupa pemberani dan sanggup berkorban dapat menjadi penunjang perkembangannya. (AA)
