Menjenguk Orang Sakit Mencerminkan Sila Pancasila ke Berapa?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita perlu mengamalkan Pancasila, salah satunya dengan menjenguk orang sakit. Kegiatan menjenguk orang sakit mencerminkan sila ke-2, 3, dan 5 dari Pancasila.
Bunyi Pancasila
Sebelum mengetahui kegiatan menjenguk orang sakit mencerminkan sila ke berapa saja, mari simak bunyi dari kelima sila tersebut:
Ketuhanan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menjenguk Orang Sakit Mencerminkan Sila Pancasila Ke Berapa?
Tidak hanya 1, kegiatan ini mencerminkan 3 sila dari Pancasila, yaitu:
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Melansir situs resmi sumbar.kemenag.go.id, menjenguk orang sakit merupakan implementasi dari sila kedua Pancasila, yakni: kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sila ke-2 dari Pancasila ini dilambangkan dengan rantai emas berlatar belakang warna merah. Rantai emas itu terdiri dari mata rantai segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan.
Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan lingkaran melambangkan perempuan. Bentuk ini memiliki makna bahwa kaum laki-laki dan perempuan harus bersatu padu dan saling peduli satu sama lain, sehingga menjadi kuat seperti rantai.
Kegiatan menjenguk orang sakit merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Hal ini merupakan nilai sikap yang harus diajarkan di keluarga dan sekolah.
Persatuan Indonesia
Selain itu, menjenguk orang sakit juga merupakan contoh pengamalan sila ke-3, yakni: persatuan Indonesia.
Sila ke-3 ini dilambangkan dengan pohon beringin. Nah, pohon beringin sendiri merupakan spesies pohon yang besar, kuat, dan berdaun rimbun. Pohon beringin dimaknai sebagai tempat berteduh sekaligus bentuk persatuan masyarakat Indonesia yang amat beragam.
Kegiatan menjenguk orang sakit menunjukkan sikap gotong-royong yang merupakan budaya Indonesia dan salah satu bentuk implementasi sila-3. Persatuan Indonesia dapat ditunjukkan lewat sikap tolong menolong dan kekompakan satu sama lain.
Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ke-5 dari Pancasila dilambangkan dengan padi dan kapas, sebagai lambang dari kebutuhan dasar setiap manusia, yakni: pangan dan sandang.
Kegiatan menjenguk orang sakit merupakan sikap tolong menolong yang mampu menyejahterakan sesama, sehingga menjadi contoh pengamalan sila ke-5 ini.
Kesimpulan
Kegiatan menjenguk orang sakit mencerminkan sila ke-2, 3, dan 5. (BRP)
