Konten dari Pengguna

Motif-motif yang Mendorong Manusia untuk Bertindak Ekonomi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Motif Ekonomi. (Foto: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Motif Ekonomi. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Tindakan ekonomi merupakan segala perbuatan atau usaha manusia yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tindakan ekonomi dilakukan berlandaskan kepada pertimbangan antara pengorbanan yang dilakukan dan hasil yang nantinya akan diperoleh. Contoh tindakan ekonomi, adalah ibu membeli tas dengan melakukan tawar-menawar terlebih dahulu.

Dalam melakukan tindakan ekonomi, seseorang memiliki motif tertentu yang menjadi landasan mengapa orang tersebut melakukan tindakan itu. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai motif-motif yang mendorong manusia untuk bertindak ekonomi.

Motif-motif yang Mendorong Manusia untuk Bertindak Ekonomi

Ilustrasi Motif Ekonomi. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Dikutip dari buku Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama yang ditulis oleh Mila Saraswati dan Ida Widaningsih (2008: 47), terdapat motif-motif yang mendorong manusia untuk bertindak ekonomi, yaitu:

1. Motif ekonomi

Motif ekonomi merupakan segala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu tindakan dilakukan berdasarkan motif ekonomi jika dari tindakan ekonomi tersebut mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan pengorbanannya. Motif ekonomi dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Motif intrinsik, merupakan motif yang timbul atas dasar kesadaran manusia itu sendiri. Misalnya, kamu ingin prestasi belajarmu di sekolah bagus.

  • Motif ekstrinsik, merupakan motif ekonomi yang dilandasi atas dasar dorongan atau pengaruh dari orang lain atau lingkungannya. Misalnya, kamu ingin membeli sepatu baru karena melihat teman kelasmu membeli sepatu baru.

Contoh motif ekonomi: motif untuk mencapai kemakmuran, motif untuk mendapatkan kekuasaan di bidang ekonomi, motif untuk mendapatkan penghargaan, dan motif untuk dapat berbuat sosial.

2. Motif non-ekonomi

Motif non-ekonomi merupakan alasan yang mendorong manusia untuk bertindak bukan dalam kegiatan ekonomi. Misalnya, anak dilatih kebiasaan membersihkan kamar dan lingkungannya.

Seperti yang kamu ketahui, kegiatan ekonomi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa. Alasan atau motif-motif yang mendorong manusia untuk bertindak ekonomi ada sebagai landasan seseorang untuk melakukan kegiatan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)