Konten dari Pengguna

Niat Puasa Ramadhan dan Artinya Lengkap dengan Tata Caranya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

niat puasa ramadhan dan artinya/sumber: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
niat puasa ramadhan dan artinya/sumber: Freepik

Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan, berbeda dengan bulan biasa. Oleh karena itu, semua ibadah tersebut harus diawali dengan niat. Sama halnya dengan niat puasa Ramadhan yang harus dibaca sebelum menjalaninya.

Allah memerintahkan puasa ramadhan dalam Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:

......فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ......

Artinya: "… Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang menyaksikan bulan Ramadan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, …."[QS. al-Baqarah (2): 185].

Niat Puasa Ramadhan dan Artinya

Berikut niat puasa ramadhan dalam bahasa Arab, latin beserta artinya dalam bahasa Indonesia:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita'ala"

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Dalam hadist yang diriwayatkan dari Umar ibn Al-Khattab RA, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

"Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang bergantung kepada niatnya…," (HR. al-Bukhari).

Sedangkan tata cara membaca niat puasa, di antaranya adalah:

  • Seusai sholat tarawih malam sebelumnya

  • Sebelum dan atau sesudah melakukan sahur

Keutamaan Puasa Ramadhan

Selain anjuran Allah SWT untuk menjalankannya, ada beberapa keutamaan puasa Ramadhan yang perlu diketahui agar ibadahnya bermanfaat:

1. Diampuni Dosanya yang Telah Lalu

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Dihapuskan Dosa Hingga Ramadhan Berikutnya

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Shalat lima waktu dan juma’t ke Jum’at berikutnya, Ramadlan ke Ramadhan berikutnya menghapus dosa (seseorang) di antara waktu tersebut selama ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

3. Pahalanya Dilipatgandakan

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّ َنَا أَجْزِى بِهِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.” (HR. Muslim).

Itulah tadi bacaan niat puasa Ramadan dan keutamaannya yang perlu kita ketahui sehingga bisa jadi penyemangat untuk menjalaninya sebulan penuh. Semoga kita bisa selalu konsisten hingga Ramadhan berakhir. (Ang)