Pantun: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu bentuk sastra Melayu yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Banyak sekali kegiatan yang menggunakan pantun, terutama dalam acara-acara adat. Salah satunya adalah acara pernikahan di budaya betawi terdapat Palang Pintu.
Lantas apa itu pantun dan apa saja jenis-jenis pantun? Simak penjelasan berikut.
Pengertian, Jenis-Jenis dan Conroh Pantun
Mengutip buku Mahir Menulis Pantun dan Puisi: Panduan bagi Pelajar karangan Eko Sugiarto (2014: 14) pantun merupakan salah satu jenis puisi lama.
Kata pantun berasal dari akar kata “tun” dalam bahasa Kawi (Jawa kuno) yang memilii arti tuntun-atuntun atau dalam bahasa Indonesia berarti mengatur. Sementara menurut KBBI pantun adalah puisi Indonesia (Melayu), tiap baitnya (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang berisi akan sindiran.
Ciri-Ciri Pantun
Berdasarkan bentuknya, pantun memiliki ciri-ciri diantaranya:
Tiap bait terdiri atas empat baris (lirik).
Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua merupakan tumpuan (sampiran).
Baris ketiga dan keempat merupaka isi.
Jenis-Jenis Pantun
Dikutip buku berjudul Pedoman Umum EYD oleh Redaksi B-Media, Mahira (2015: 54) berdasarkan isinya, pantun-pantun dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
A. Pantun Anak-Anak
Pantun Bersuka Cita
Pantun Berduka Cita
B. Pantun Muda
Pantun Perkenalan
Pantun Berkasih-kasihan
Pantun Perceraian
Pantun Beriba Hati
Pantun Nasib/Dagang
C. Pantun Orang Tua
Pantun Nasihat
Pantun Adat
Pantun Agama
D. Pantun Jenaka
E. Pantun Teka-Teki
Contoh Pantun
1. Pantun Anak-Anak
Dapat di rumput bilang-bilang,
Mengisap bunga dengan mayang.
Hati cemas menjadi hilang,
Perut lapar menjadi kenyang.
2. Pantun Muda
Ada anak membeli nanas,
Yang lain membeli gula jawa.
Hatimu putih seperti kapas,
Semoga hidupmu bahagia.
3. Pantun Dewasa
Pergi ke pasar membeli anggur,
Rasanya enak bikin senang.
Menangis mayat di pintu kubur,
Teringat tidak sembahyang.
4. Pantun Jenaka
Ayam bertelur di jerami,
Dimasak dengan sambal urap.
Keterlaluan itu suami,
Istri hamil suruh tengkurap.
5. Pantun Teka-Teki
Kalau hutan-hutan kenari,
Pohon rotan tumbuh di sana.
Kelau tuan bijak bestari,
Anak kuda apa namanya?
Dari sekian pantun yang ada, pantun mana saja yang sering didengar? (MZM)
