Konten dari Pengguna

Pelaksanaan Akikah Sebaiknya pada Hari ke Berapa? Ini Penjelasannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kambing untuk akikah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kambing untuk akikah. Foto: Unsplash

Akikah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Namun, umumnya orang tua baru akan bertanya, pelaksanaan akikah sebaiknya pada hari ke berapa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berdasarkan hadis Nabi, pendapat ulama, dan panduan fikih secara lengkap dalam ulasan berikut ini.

Apa Itu Akikah?

Iustrasi kambing untuk akikah. Foto: Unsplash

Merujuk buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, akikah (atau aqiqah) secara bahasa berarti "memotong."

Dalam istilah syariat, akikah adalah penyembelihan hewan (kambing) sebagai bentuk syukur pada Allah atas kelahiran anak. Ibadah ini termasuk sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dan dilakukan oleh orang tua atau wali anak. Tujuan dari akikah adalah:

  • Sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.

  • Menghidupkan sunah Rasulullah Saw.

  • Bentuk sedekah dan berbagi ke sesama.

  • Simbol pengikatan ruhani antara anak dengan masyarakat.

Baca Juga: Apakah Akikah Bisa Sekalian Kurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pelaksanaan Akikah Sebaiknya pada Hari ke Berapa?

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Unsplash

Dijelaskan dalam buku Fiqih Islam : Terjemah Matan Al-Ghayah Wa At-Taqrib karya M. Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, S.Pd.I., M.Pd., pelaksanaan akikah sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran anak.

Waktu pelaksanaan akikah pada hari ke-7 setelah anak dilahirkan juga disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw yang artinya, “Setiap anak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya, disahihkan oleh Syaikh al-Albani).

Dalam pelaksanaan akikah, kambing yang disembelih sebaiknya memenuhi syarat sah hewan kurban, seperti sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Jumlah kambing untuk anak laki-laki pun berbeda dengan anak perempuan, yakni:

  • Anak laki-laki: 2 ekor kambing.

  • Anak perempuan: 1 ekor kambing.

Bagaimana Jika Anak Tidak di Akikah pada Hari ke-7 Setelah Dilahirkan?

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Unsplash

Islam adalah agama yang penuh kemudahan. Jika karena suatu alasan (seperti kendala finansial atau kondisi tertentu) tak bisa melaksanakan akikah pada hari ke-7, orang tua tetap boleh melakukannya di waktu lain sesuai kemampuan.

Beberapa ulama, seperti Imam Malik dan Imam Syafi’i, membolehkan pelaksanaan akikah setelah hari ke-7 selama belum balig, bahkan ada yang memperbolehkan setelah dewasa sebagai bentuk qadha (mengganti akikah yang belum dilakukan saat bayi).

Sunah Lain saat Akikah

Ilustrasi sunnah lain saat akikah. Foto: Shutterstock

Selain menyembelih kambing, saat pelaksanaan akikah orang tua juga dianjurkan untuk melakukan beberapa sunah lain seperti:

  • Mencukur rambut bayi, lalu menimbangnya dan bersedekah seberat timbangan rambutnya dengan perak.

  • Memberi nama bayi, sebaiknya nama yang baik dan memiliki makna islami.

  • Membagikan daging akikah, boleh dalam keadaan mentah maupun sudah dimasak.

  • Mengundang keluarga dan tetangga, untuk menyebarkan kegembiraan dan mempererat silaturahmi.

(NDA)