Konten dari Pengguna

Pelapukan: Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelapukan, Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pelapukan, Foto: Unsplash

Pelapukan adalah peristiwa hancur atau berubahnya bentuk batuan, baik secara fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Proses yang dipengaruhi oleh cuaca itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Batuan yang telah mengalami proses tersebut akan berubah menjadi tanah. Jika tanah itu tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah itu akan disebut sebagai tanah mineral.

Pengertian dan Jenis Pelapukan

Dilansir dari Buku Pintar Bimbel SMP Kelas 7, 8, 9, Budi Lintang S.Pd.I, (2015:209-215), pelapukan terbagi atas 3 jenis, yaitu:

1. Pelapukan Mekanis alias Fisis

Jenis ini bersifat merombak batuan tanpa perubahan kimia pada mineral-mineral penyusunnya. Penghancuran batuan ini dapat diakibatkan oleh pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu mendadak, atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam.

2. Pelapukan Kimiawi

Jenis ini dapat terjadi akibat reaksi kimia pada batuan, seperti oksidasi, karbonasi, dehidrasi, atau penguapan. Selain mengubah bentuk dari batuan, jenis ini juga mampu mengubah struktur kimia dari batuan tersebut.

3. Pelapukan Organis alias Biologis

Jenis ini bisa terjadi akibat proses organis oleh makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Manusia berperan di dalam menebang pohon, melaksanakan suatu pembangunan, dan melakukan penambangan.

Sedangkan hewan seperti cacing tanah dan serangga bisa melubangi batuan, seperti yang terjadi pada batu-batu karang di sekitar pantai.

Sementara itu, akan tumbuh-tumbuhan yang bertambah panjang bisa menembus dan menghancurkan batuan dengan mencengkeramnya.

Faktor-Faktor yang Memengaruhinya

Terdapat 2 faktor yang memengaruhi proses ini, yaitu daerah atau batuan yang akan melapuk dan tenaga yang akan membuatnya lapuk. Kecepatan proses ini ditentukan oleh beberapa hal dari batuan yang akan melapuk, yaitu:

  • Tingkat kekuatan dan kekompakan batuan

  • Keadaan vegetasi organisme lain

  • Topografi alias kemiringan lereng

  • Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam batuan

Sedangkan, ditinjau dari tenaga yang akan membuatnya lapuk, proses ini ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Kekuatan air, angin, atau cairan gletser yang mengalir

  • Temperatur

  • Unsur kimia yang terkandung di dalam tenaga pelapuk

  • Organisme yang bisa merusak lahan

Dampak-Dampaknya

Dampak Positif Pelapukan - Grand Canyon, Foto: Pixabay

Seperti hal lainnya, proses yang satu ini mempunyai dampak positif dan negatif.

Adapun dampak positifnya adalah:

  • Bisa menghasilkan bentuk yang lebih indah daripada sebelumnya, sehingga bisa dijadikan sebagai objek wisata, seperti yang terjadi di Grand Canyon di Arizone, Amerika Serikat.

  • Pelapukan di daerah kapur bisa membentuk gua-gua dengan stalaktit dan stalagmit, sehingga bisa dijadikan sebagai objek wisata, seperti yang terjadi di Goa Maharani, Lamongan, Jawa Timur.

Adapun dampak negatifnya adalah:

  • Merusak batu-batuan, yang berarti juga termasuk berbagai bangunan, sehingga sangat merugikan manusia.

  • Bisa merusak batu-batu candi yang merupakan objek wisata, sehingga menggerus keindahan objek wisata.

Itulah penjelasan singkat mengenai pelapukan. Selamat belajar! (BRP)