Konten dari Pengguna

Pembahasan Bagan Manajemen Rantai Pasok di Bidang Industri

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagan Manajemen Rantai Pasok. (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagan Manajemen Rantai Pasok. (Sumber: Pixabay)

Rantai pasok merupakan suatu rangkaian proses yang dilakukan untuk meraih tujuan perusahaan berawal dari pemesanan bahan baku ke pemasok. Bagan manajemen rantai pasok memuat proses produksi hingga pengiriman barang ke konsumen akhir.

Adapun rantai pasok secara umum meliputi proses pengadaan, produksi, penyimpanan persediaan, pengiriman barang ke distributor dan konsumen akhir. Proses tersebut juga melibatkan koordinasi yang baik antara pemasok, produsen, distributor, dan konsumen akhir.

Memahami Bagan Manajemen Rantai Pasok

Ilustrasi Bagan Manajemen Rantai Pasok. (Sumber: Pixabay)

Bagan manajemen rantai pasok adalah proses saat produk masih bahan baku, produk setengah jadi dan produk jadi, produksi dan dijual melalui berbagai fasilitas yang terhubung oleh rantai pasokan sepanjang arus produk dan material. Dikutip dari buku Manajemen Operasional dan Implementasi dalam Industri, Rita Ambarwati, dkk, berikut adalah gambaran bagan tersebut:

Supplier Tier 2 => Supplier Tier 1 => Manufacturer => Distributor => Retail Outlets

Bagan di atas menunjukkan bahwa bagan manajemen adalah koordinasi dari material, informasi, dan arus keuangan di antara perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok berikut:

  • Arus material dan arus produk fisik dari pemasok ke manufacturer kemudian distributor sampai konsumen melalui rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur ulang, dan pembuangan.

  • Arus informasi merupakan proses peramalan permintaan, proses transmisi pesanan dan proses laporan status pesanan.

  • Arus keuangan merupakan informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal pembayaran, penetapan kepemilikan dan pengiriman.

Pelaku utama yang mempunyai kepentingan di dalam arus barang dengan mengembangkan suatu model rantai pasok memungkinkan gambaran pelaku-pelaku yang saling terhubung. Supplier, manufacturer, distribusi, retailing, dan remanufacturing yang terhubung akan menggambarkan aliran material dengan persediaan antara tiap-tiap tahap.

Perlu diingat, salah satu faktor kunci perusahaan dalam mengoptimalkan rantai pasok adalah dengan cara menciptakan alur informasi yang dapat bergerak secara mudah dan akurat dalam jaringan atau mata rantai tersebut.

Baca juga: Pemasok Bahan Baku Disebut Apa? Ini Jawaban dan Kategorinya

Demikian penjelasan mengenai bagan manajemen rantai pasok yang berkaitan dengan proses pengelolaan arus barang/jasa mulai dari pengadaan hingga produksi hingga pengiriman produk/layanan akhir. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan! (CHL)