Pembuat Resensi Disebut Peresensi, Ini Pekerjaan dan Tugasnya!

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meresensi buku adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengulas suatu judul buku. Pembuat resensi disebut peresensi yang memiliki pekerjaan dan tugas-tugas tertentu dalam mengulas suatu buku.
Meresensi adalah kegiatan yang berkaitan dengan melihat kembali, menimbang, dan melakukan penilaian terhadap suatu buku. Seorang peresensi harus memiliki sikap yang objektif dalam melakukan penilaian. Ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Peresensi perlu mengetahui tujuan asli penulis dalam menulis karya tersebut. Adapun tujuan penulis dapat ditelisik berdasarkan bagian pendahuluan buku.
Mengutip buku berjudul Ketrampilan Menulis oleh Dalman (2021), meresensi bertujuan untuk menginformasikan isi buku yang dibahas. Peresensi juga perlu memperhatikan siapa target pembacanya, relevansi tulisan dengan minat pembacanya, dan tingkat pendidikan pembacanya.
Pekerjaan dan Tugas Peresensi
Apa saja tugas yang umumnya dilakukan oleh peresensi dalam menulis resensi buku? Simak penjelasannya di bawah ini:
Menyampaikan informasi tentang hasil karya apakah pantas dibaca atau tidak oleh masyarakat.
Memperkenalkan buku-buku baru dari suatu penerbit melalui media cetak atau non cetak.
Memberikan pemahaman yang mendalam tentang isi dari suatu buku.
Mengajak pembaca untuk berpikir, merenung, atau mendiskusikan problem atau masalah yang diangkat di dalam buku secara komprehensif.
Menjawab pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh pembaca seperti mengapa penulis menulis buku tersebut, apa isu yang coba diangkat, bagaimana penulis menempatkan sudut pandangnya, dan lain-lain.
Membantu pembaca untuk memilih bahan bacaan yang sebaiknya dibaca sesuai minat dan kebutuhannya.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Seorang Peresensi
Seorang peresensi perlu memperhatikan beberapa hal dalam menulis resensi buku. Apa saja? Simak ulasannya sebagai berikut:
Penggunaan kalimat yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik.
Diksi yang digunakan harus baik dan tidak konotatif.
Format perlu disesuaikan disesuaikan dengan minat, kompetensi, dan motivasi pembaca.
Penyampaikan penilaian harus dilakukan secara objektif, proporsional, dan rasional.
Pencantuman informasi detail buku harus jelas dan lengkap, meliputi; ketajaman isi, bahasa yang digunakan, efektifitasnya, segi menariknya, dan lain-lain.
Dari pembahasan yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembuat resensi disebut peresensi. Seorang peresensi perlu memperhatikan berbagai aspek di atas agar dapat menulis resensi yang berkualitas.
(DLA)
