Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Generasi Millennial

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi akibat pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Sederhananya, globalisasi membentuk sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia. Pengaruh globalisasi membuat banyak orang mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama. Hal ini terjadi karena pesatnya perkembangan teknologi pada era globalisasi.
Pengaruh Globalisasi terhadap Generasi Millennial
Dilansir dari buku ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR, Dina Anika Marhayani, dkk., (2019:23), globalisasi sangat memengaruhi kehidupan generasi millennial baik secara positif maupun negatif.
Berikut adalah beberapa pengaruh positif globalisasi terhadap generasi millennial:
Di bidang budaya, globalisasi menyebabkan pergeseran alias pergantian sikap dan nilai di dalam masyarakat, sehingga yang dahulu irasional kini menjadi rasional, terlebih pada generasi millennial.
Di bidang ilmu pengetahuan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan generasi millennial untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sehingga mendorong generasi millennial untuk berpikir lebih maju dan mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
Kemajuan teknologi juga membantu generasi millennial untuk membuka industri alias lapangan kerja baru dengan memproduksi berbagai alat komunikasi dan transportasi yang canggih. Hal itu bisa mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Indonesia.
Kemajuan teknologi juga membantu generasi millennial untuk berkomunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Berikut adalah beberapa pengaruh negatif globalisasi terhadap generasi millennial:
Berkembangnya pola hidup konsumtif, karena pesatnya perkembangan teknologi yang memudahkan setiap orang untuk memperoleh barang dari luar kota maupun luar negeri. Transaksi jual-beli kini dapat dilakukan melalui handphone di dalam waktu kurang dari 5 menit. Hal itu tentu saja mendorong generasi millennial untuk membeli banyak barang yang belum tentu penting.
Tercipta sikap individualistik akibat perkembangan teknologi. Hal ini terjadi karena generasi milenial bisa memenuhi setiap kebutuhan sehari-harinya hanya dengan menggunakan teknologi. Jadi, mereka merasa tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain, sehingga sebagian dari mereka bahkan melupakan hakikatnya sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan.
Berkembangnya gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma dan budaya Indonesia, salah satunya pergaulan bebas yang bisa membuat generasi millennial terjerumus ke jurang permasalahan yang amat kompleks, sehingga tidak bisa meraih masa depan yang cerah.
Itulah pengaruh globalisasi terhadap kehidupan generasi millennial. Mari kita sikapi globalisasi ini dengan bijak, yaitu dengan menyesuaikan hal-hal yang timbul dari globalisasi dengan norma dan kebudayaan Indonesia.(BRP)
