Pengendalian Resiko Bahaya K3 yang untuk Keselamatan Kerja

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebutkan pengendalian resiko bahaya K3! Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang sehat, aman, dan bebas dari pencematan lingkungan sehingga dapat melindungi dan bebas dari kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian materi bagi para pekerja dan pengusaha. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki pengendalian risiko bahaya K3.
Pengendalian Resiko Bahaya K3 di Dunia Kerja
Sebutkan pengendalian resiko bahaya k3 untuk keselamatan kerja! Berdasarkan buku Sistem Manajemen K3, Irene Svinarky, dkk., (2020:31), pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu upaya pengendalian potensi bahaya yang ditemukan di tempat kerja.
Pengendalian risiko perlu dilakukan sesudah menentukan prioritas risiko. Metode pengendalian dapat diterapkan berdasarkan hierarki dan lokasi pengendalian. Hierarki pengendalian merupakan upaya pengendalian mulai dari efektivitas yang paling tinggi hingga rendah, sebagai berikut.
1. Eliminasi
Eliminasi merupakan langkah pengendalian yang menjadi pilihan pertama untuk mengendalikan risiko karena menghilangkan bahaya dari tempat kerja. Namun, beberapa bahaya sulit untuk benar-benar dihilangkan dari tempat kerja.
2. Substitusi
Subtitusi merupakan upaya penggantian bahan, alat atau cara kerja dengan alternatif lain dengan tingkat bahaya yang lebih rendah sehingga dapat menekan kemungkinan terjadinya dampak yang serius.
3. Pengendalian Teknik
Pengendalian teknik merupakan pengendalian rekayasa desain alat dan atau tempat kerja. Pengendalian risiko ini memberikan perlindungan terhadap pekerja termasuk tempat kerjanya. Contoh pengendalian teknik yaitu untuk meredam suara pada ruang dengan tingkat bising yang tinggi.
4. Pengendalian Administrasi
Pengendalian administrasi berfungsi untuk membatasi resiko pada pekerja. Pengendalian administrasi diimplementasikan bersamaan dengan pengendalian yang lain sebagai pendukung. Contoh pengendalian administrasi di antaranya:
Pelatihan pada SDM
Penyusunan prosedur kerja bagi SDM
Pengaturan terkait pemeliharaan alat
Pengaturan shift kerja
5. Alat Pelindung Diri
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam mengendalikan risiko keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang sangat penting, khususnya terkait bahaya biologi dengan risiko yang paling tinggi terjadi, sehingga penggunaan APD menjadi satu prosedur utama di dalam proses pelayanan kesehatan.
APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh sumber daya manusia dari potensi bahaya.
Alat pelindung diri tidak mengurangi paparan dari sumbernya, hanya saja mengurangi jumlah paparan yang masuk ke tubuh. APD bersifat eksklusif (hanya melindungi individu) dan spesifik (setiap alat memiliki spesifikasi bahaya yang dapat dikendalikan).
Baca juga: Macam-Macam dan Fungsi setiap Profesi dalam Dunia Kerja
Demikianlah penjelasan tentang pengendalian resiko bahaya k3. Ulasan di atas penting diketahui dan dipahami oleh setiap pekerja dan pemilik perusahaan. (Adm)
