Konten dari Pengguna

Pengertian Akikah Secara Bahasa dan Istilah dalam Agama Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kambing yang akan diakikahkan. Foto: unsplash.com/hydngallery
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kambing yang akan diakikahkan. Foto: unsplash.com/hydngallery

Kehadiran seorang anak merupakan kebahagian bagi tiap orang tua. Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, para orang tua menjalankan akikah. Namun yang menjadi pertanyaan, apa pengertian akikah secara bahasa dan istilah dalam Agama Islam?

Pengertian Akikah Secara Bahasa dan Istilah dalam Agama Islam

Dikutip dari buku Perbandingan Mazhab Fiqh: Penyesuaian Pendapat di Kalangan Imam Mazhab karya H. Syaikhu, M.H.I dan Norwili, M.H.I (2019:165), secara bahasa (etimologi) akikah berasal dari kata ’aqqa-ya’iqqu / ya’aqqu (عق يعق عقيقة) yang artinya memotong (qath’u). Abu Ubaid mengatakan bahwa akikah berasal dari bermula dengan rambut atau bulu yang ada pada bayi ketika baru dilahirkan.

Sedangkan secara istilah (terminologi), berarti hewan yang disembelih setelah kelahiran bayi sebagai wujud rasa sukur orang tua kepada Allah Swt karena telah dikatuniai bayi laki-laki maupun perempuan sebagai peneru keturunan yang lahir dengan sehat dan selamat.

Imam an-Nawawi dalam kitabnya al-Majmu’ menjelaskan,

“Binatang yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahiran seorang anak sebagai rasa syukur pada Allah subhanahu wata’ala atas karunia keturunan yang ia terima, baik laki-laki ataupun perempuan”

Sejarah tentang aqiqah telah ada sejak zarnan jahiliyah atau pra Islam. Tradisi memotong hewan dan mencukur rambut memang telah ada pada masyarakat jazirah Arab sebelum Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi seorang nabi. Namun pelaksanaan akikah pada masyarakat tersebut berbeda dengan contoh dari Nabi Muhammad.

Ilustrasi akikah sebagai rasa syukur orang tua kepada Allah SWT atas hadirnya anak. Foto: unsplash.com/laarni8595

Dasar Akikah

Terdapat berbagai dalil yang menjelaskan perintah melakukan akikah kepada anak yang baru lahir. Misalnya hadis dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda:

Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (HR. Bukhari no. 5472)

Syarat dan Jenis Hewan Akikah

Pada dasarnya, seorang bayi yang baru lahir adalah seorang manusia yang mempunyai hak untuk diakikahkan oleh orang tua. Jenis hewan yang perlu diakikahkan adalah hewan ternak domba dan kambing. Namun tidak semua domba dan kambing dapat digunakan untuk akikah. Berikut syarat-syarat hewan yang bisa digunakan untuk akikah, yaitu:

  • Hewan harus sehat, tidak boleh cacat

  • Boleh betina ataupun jantan

  • Bukan hewan curian

  • Jika Kambing, usianya harus minimal 2 tahun sempurna.

  • Apabila Domba, usianya harus minimal 1 tahun sempurna.

Banyaknya Hewan Akikah

Agama Islam secara terperinci menjelaskan tentang akikah. Salah satunya jumlah hewan yang perlu diakikahkan. Adapun jumlah hewan yang perlu diakikahkan didasarkan dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (HR. Abu Daud no. 2843, Ahmad no. 2286, dan Nasa’i 7/162-163)

Semoga dengan penjelasan di atas dapat menambah wawasan Anda terkait ibadah akikah dalam agama Islam. (MZM)