Pengertian Akumulator dan Fungsinya dalam Kendaraan Bermotor

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akumulator merupakan salah satu komponen yang menyimpan energi listrik. Akan tetapi, banyak orang yang belum mengetahui pengertian akumulator dan fungsinya.
Akumulator disebut juga dengan accu atau aki. Benda yang satu ini sering digunakan dalam kendaraan bermotor.
Pengertian Akumulator dan Fungsinya
Sebutkan pengertian akumulator dan fungsinya! Istilah akumulator atau aki pasti sering terdengar. Berdasarkan buku Dasar Sistem Kelistrikan Kapal, Andy Wahyu Hermanto dan Shabrina Putri Chairandy (2022), pengertian akumulator atau yang dikenal dengan aki adalah sebuah perangkat atau sumber arus listrik searah (DC) dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
Akumulator termasuk sel sekunder. Selain menghasilkan arus listrik, aki juga dapat diisi arus listrik kembali. Secara sederhana, aki merupakan sel yang terdiri dari elektrode Pb sebagai anode dan PbO2 sebagai katode dengan elektrolit H2SO4.
Sedangkan fungsi dari akumulator pada kendaraan bermotor yakni:
Menyalakan dinamo sistem starter untuk menghidupkan mesin.
Memberi arus induksi pada rotor alternator.
Memberikan suplai arus listrik ke dashboard sebagai sistem informasi terkait kendaraan saat pertama kali pengemudi masuk ke kabin.
Memberi tegangan referensi ke ECU saat mesin belum menyala.
Menghidupkan electric fuel pump ketika mesin akan dinyalakan.
Memberi aliran listrik untuk menyalakan lampu.
Cara Kerja Akumulator
Cara kerja akumulator terbagi menjadi dua jenis, yakni pengosongan dan pengisian. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Proses Pengosongan Akumulator
Pada saat akumulator digunakan, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan terjadi perubahan anode, katode dan elektrolitnya. Pada anode terjadi perubahan yaitu timbal dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4).
Perubahan yang terjadi pada katode adalah timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Adapun pada larutan elektrolit terjadi perubahan, yaitu asam sulfat pekat menjadi encer, karena pada pengosongan akumulator terbentuk air (H2O).
Pada saat akumulator digunakan, baik anoda maupun katoda perlahan-lahan akan berubah menjadi timbal sulfat (PbSO4). Jika hal itu terjadi, maka kedua kutubnya memiliki potensial sama dan arus listrik berhenti mengalir.
Terbentuknya air pada reaksi kimia menyebabkan kepekatan asam sulfat berkurang, sehingga mengurangi massa jenisnya. Keadaan ini dikatakan akumulator kosong (habis).
2. Proses Pengisian Akumulator
Setelah akumulator habis, dapat diisi ulang dengan cara penyetruman. Dengan penyetruman, elektron pada akumulator dipaksa kembali ke elektroda semula. Pada saat pengisian, terjadi penguapan asam sulfat.
Sehingga menambah kepekatan asam sulfat dan membuat permukaan turun. Inilah alasan kenapa saat penyetruman akumulator perlu ditambahkan air akumulator kembali.
Baca Juga: Mengenal Elemen Volta, Baterai, dan Akumulator
Sekarang sudah mengetahui pengertian akumulator dan fungsinya, bukan? Semoga dengan penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan tentang salah satu bagian kendaraan bermotor dalam memberikan energi listrik.(MZM)
