Konten dari Pengguna

Pengertian Apostolik dalam Kehidupan Gereja

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.pexels.com/id-id/@francesco-ungaro/ - apostolik artinya
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/@francesco-ungaro/ - apostolik artinya

Jika diartikan secara harfiah, dalam kehidupan gereja, apostolik artinya adalah utusan. Kita tahu, bahwa ada empat ciri gereja yang terdiri dari empat kata sifat yang menggambarkan gereja Katolik (Timur maupun Barat) seperti yang didirikan oleh Yesus Kristus.

Keempat ciri ini diterima oleh beberapa denominasi Kristen dengan dimasukkannya mereka ke dalam kredo-kredo. Ciri-ciri ini sering kali diurutkan sebagai berikut:

  • Satu

  • Kudus

  • Katolik

  • Apostolik

Keempatnya merujuk pada empat aspek yang sangat hakiki dari Gereja sejati: persatuan, kesucian, keuniversalan dan kerasulan.

Ciri yang akan kita bahas kali ini adalah yang terakhir, yaitu apostolik artinya utusan.

https://www.pexels.com/id-id/@pixabay/

Pengertian Apostolik Artinya Apa?

Kata “apostolik” berasal dari kata Yunani apostolos. Bisa disimpulkan bahwa apostolik artinya adalah “yang diutus” atau “utusan.” Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut diterjemahkan menjadi “rasul.”

Setelah memberi perintah kepada para rasul-Nya agar merangkul semua bangsa manusia, Yesus melanjutkan,

“… dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Matius 28:20).

Yesus Kristus sendirilah yang telah mendirikan Gereja, dan Ia telah menunjuk para rasul-Nya untuk meneruskan ajaranNya. Gereja bersifat apostolik, karena mata rantai ajaran sejak para rasul itu tidak pernah terputus hingga hari ini.

Dalam hal ini, ditegaskan adanya kesadaran bahwa Gereja “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:20). Gereja Katolik mementingkan hubungan historis, turun temurun, antara para rasul dan pengganti mereka, yaitu para uskup.

Mengutip dari buku Pendidikan Agama Katolik SMA 2 (K-04), gereja itu apostolik. Apostolik artinya bagaimana? Artinya gereja didirikan atas para Rasul dalam tiga macam makna, yaitu:

  • Ia tetap “dibangun atas dasar para Rasul dan para nabi” (Ef 2:20, Bdk. Why 21:14), atas saksi-saksi yang dipilih dan diutus oleh Kristus sendiri (Bdk. misalnya Mat 28:16-20; Kis 1:8, 1 Kor 9:1; 15:7-8; Gal 1:1);

  • Dengan bantuan Roh yang tinggal di dalamnya, ia menjaga ajaran (Bdk. Kis 2:42), warisan iman, serta pedoman-pedoman sehat para Rasul dan meneruskannya (Bdk. 2 Tim 1:13-14).

  • Ia tetap diajarkan, dikuduskan, dan dibimbing oleh para Rasul sampai pada saat kedatangan kembali Kristus – dan justru oleh mereka yang mengganti para Rasul dalam tugasnya sebagai gembala: Dewan para Uskup, “yang dibantu para imam, dalam kesatuan dengan pengganti Petrus, gembala tertinggi Gereja” (AG 5).

Dengan demikian, menjadi jelas mengapa Gereja Katolik tidak hanya mendasarkan diri dalam hal ajaran-ajaran dan eksistensinya pada Kitab suci melainkan juga kepada Tradisi Suci dan Magisterium Gereja sepanjang masa.

Tradisi Suci adalah pengajaran yang bersumber pada ajaran lisan sejak zaman Yesus dan para Rasul. Antara keduanya, Tradisi Suci dan Kitabsuci, tidak ada perbedaannya bahkan saling melengkapi karena berasal dari sumber yang sama. Sedangkan Magisterium Gereja artinya adalah wewenang yang dimiliki sebagai warisan oleh Gereja untuk mengajar dan menafsirkan Kitabsuci.

Tidak semua ayat Alkitab mudah untuk dimengerti, lantaran itulah gereja adalah pihak yang berwenang untuk menafsirkannya agar umatnya tidak tersesat (bdk. Kis 8:30-31). Wewenang Gereja mengajar juga adalah warisan sebagaimana Kristus telah menyerahkan-Nya kepada Petrus dan para Rasul untuk mengajar atas nama-Nya.

Pengertian apostolik artinya Rasul. Jadi, ajaran merekalah yang kita gunakan sampai saat ini. Pada praktiknya, gereja selalu dengan saksama menyelenggarakan pengajaran iman atau penafsiran Alkitab dengan tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas serta menggunakan buku-buku resmi yang dicetak seizin Uskup (imprimatur) dan sudah dinyatakan isinya tanpa sesat (nihil obstat). (DNR)