Pengertian Arus Listrik, Rumus, dan Contoh-contohnya

Konten dari Pengguna
16 April 2021 9:10
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Arus listrik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan adalah arus listrik bolak-balik. Foto: https://pixabay.com?
zoom-in-whitePerbesar
Arus listrik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan adalah arus listrik bolak-balik. Foto: https://pixabay.com?
ADVERTISEMENT
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan arus listrik dan bagaimana cara menghitungnya? Pengertian arus listrik, sebagaimana dikutip dari buku The Art of Electronics, Paul Horowitz, Winfield Hill (2015), merupakan laju aliran muatan listrik yang melewati suatu titik atau bagian, yang disebut juga sebagai listrik dinamis.
ADVERTISEMENT

Pengertian Arus Listrik, Rumus, dan Contoh-contohnya

Arus listrik juga merupakan aliran elektron dari atom ke atom yang terjadi pada sebuah penghantar dengan kecepatan dalam waktu tertentu. Timbulnya arus listrik dikarenakan adanya beda potensial pada kedua ujung penghantar yang terjadi karena mendapatkan suatu tenaga untuk mendorong elektron-elektron tersebut berpindah-pindah tempat.
Gerakan aliran elektron ini akan menuju tempat yang lebih lemah tekanannya. Besar kecilnya arus listrik yang terjadi bergantung pada pembangkit listrik yang mengeluarkan tenaga tersebut.
Tenaga dorong listrik dibutuhkan agar kita bisa memanfaatkan energi listrik, namun tenaga ini haruslah mencukupi dan sesuai jumlahnya. Berdasarkan hal tersebut, arus listrik harus dapat dialirkan dan diputuskan dengan kecepatan yang stabil.
Kecepatan perpindahan arus listrik disebut dengan laju arus yang dapat ditulis dengan I dengan satuan Ampere. Arus listrik tersebut terjadi jika muatan listrik tersebut mengalir setiap detik, sehingga terdapat persamaan muatan listrik, arus listrik, dan waktu, dengan rumus sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

I = Q/t atau Q = I x t

Dimana,
I = Kuat arus listrik (A)
Q = Banyaknya muatan Listrik (Coulomb)
T = waktu (s)
Aliran arus listrik dari sumber arus listrik dibedakan menjadi dua macam, yakni arus searah dan arus bolak-balik. Simak di bawah ini penjelasan dan contoh-contohnya!
1. Arus searah (direct current)
Arus searah merupakan arus listrik yang nilainya tidak berubah yaitu positif atau hanya negatif saja, dan mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu.
Sumber arus searah diperoleh dari elemen-elemen yang memberikan energi listrik yang mengalir secara merata setiap saat, seperti elemen volta, baterai, dan akumulator (Dasar Teknik Elektro, H. Ponto: 2018).
2. Arus bolak-balik (alternating current)
ADVERTISEMENT
Arus bolak-balik merupakan arus listrik yang memiliki arah arus yang berubah-ubah dengan bolak-balik.
Sifat arus listrik bolak-balik berbentuk gelombang sinusoida sehingga memungkinkan pengaliran energi secara efisien. Umumnya arus AC ini adalah arus yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti alat-alat elektronik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Arus listrik bolak-balik dihasilkan oleh pembangkit tenaga listrik yang bernama generator pada pembangkit listrik.(Adelliarosa)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020