Pengertian Budaya Kerja Safety Talk untuk Bahan Belajar

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian budaya kerja safety talk perlu diketahui untuk bahan belajar. Safety talk biasanya digunakan oleh tim keselamatan dan kesehatan kerja untuk memulai sebuah pekerjaan, hari, atau rapat. Biasanya, materi tersebut disampaikan berkisar 2-3 menit.
Berdasarkan buku Psikologi Teknologi dan K3L, Qomariyatus Sholihah, dkk., (2023:114), safety talk adalah pertemuan rutin antara supervisor dengan para pekerja untuk membicarakan hal-hal mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Biasanya safety talk dimulai sebelum bekerja.
Pengertian Budaya Kerja Safety Talk
Pengertian budaya kerja safety talk adalah kegiatan rutin yang membahas tentang hal-hal terkait keselamatan dan keamanan kerja. Safety talk biasanya dipimpin oleh pimpinan dan menjelaskan SOP, regulasi, APD, potensi bahaya, dan sebagainya.
Safety talk dapat dilakukan untuk penerapan komunikasi K3. Dalam pelaksanaannya safety talk dapat digunakan untuk menyampaikan beberapa materi yang terkait mengenai metode kerja, proses selama bekerja, potensi bahaya, atau pembahasan lain berkaitan K3.
Manfaat dari adanya safety talk adalah untuk mempromosikan budaya keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta juga untuk memfasilitasi diskusi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
Safety talk juga dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan pekerja bahwa keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting dalam pekerjaan.
Adapun cara melakukan safety talk mengutip dari buku yang berjudul 70 Materi Safetu Talks, Noviaji Joko Priono, dkk., (2021:10), adalah sebagai berikut.
Lakukanlah sesuai dengan situasi dan kondisi. Sesuaikan tema yang dipilih dengan bahaya di pekerjaan dan karakter dari pekerja. Pimpinan dapat memilih tema sesuai dengan situasi yang terkini misalnya baru saja ada kecelakaan jatuh dari ketinggian, tentunya akan lebih baik jika mengingatkan tentang bahaya jatuh dari ketinggian.
Lakukan dengan singkat. Menurut Health and Safety Executive, kebanyakan orang hanya bisa menangkap 25% - 50% dari pembicaraan. Bila perlu, bahkan bisa menyiapkan kartu untuk pekerja bawa agar dapat mengingat kembali apa yang dibicarakan.
Tetap positif. Bawa situasi dengan positif, jangan dilakukan dengan penuh ketegangan. Hargai dan terbuka terhadap masukan yang diberikan oleh pekerja. Fokuslah kepada bagaimana cara membuat tempat kerja aman dan bukan terhadap apa yang bisa membuat celaka.
Sampaikan cerita bukan statistik. Angka-angka kecelakaan kerja memang sebuah statistik, tetapi pekerja tidak mengingat statistik, pekerja hanya mengingat cerita.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Alat Kerja Umum dalam pekerjaan Teknik
Itulah pengertian budaya kerja safety talk yang dapat digunakan sebagai pembelajaran. Keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting untuk diperhatikan demi menunjang kenyamananan dalam dunia kerja. (Adm)
