Pengertian, Ciri-ciri, Unsur, dan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks anekdot merupakan sebuah cerita tentang orang atau tokoh terkenal berdasarkaan suatu kejadian. Cerita yang dibuat manjadikan sabuah kesan yang lucu namun tetap memberikan pesan moral di dalamnya. Sama seperti teks pada umumnya, teks anekdot memiliki ciri dan unsur-unsur pembangun. Namun tahukah Anda akan kaidah kebahasaan teks anekdot?
Teks Anekdot
Pengertian Teks anekdot merupakan sebuah teks yang mempunyai maksud tertentu, terutama sebagai cara untuk mengkritik atau menyindir. Cara mengkritik juga tidak secara langsung, akan tetapi dalam sebuah humor. Sehingga dapat menyita perhatian namun tetap memiliki pesan moral.
Melansir CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia karya Tomi Rianto (2019), teks anekdot adalah teks yang berisi tentang cerita singkat, menarik, mengesankan, dan umumnya menceritakan orang penting atau terkenal berdasarkan kejadian yang terjadi. Anekdot merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Partisipan atau pelaku di dalamnya pun tidaklah harus orang penting. Teks anekdot juga dapat berbagai peristiwa yang membuat jengkel atau konyol partisipan. Perasaan jengkel dan konyol yang terdapat pada teks anekdot merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi.
Ciri-Ciri
Teks anekdot memiliki ciri-ciri yang berfungsi sebagai pembeda dari teks-teks lainnya. Ciri-ciri teks anekdot di antaranya,
Teks anekdot bersifat humor atau lelucon. Artinya. teks anekdot berisi kisah-kisah lucu atau bualan.
Bersifat menggelitik. Artinya, teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.
Bersifat menyindir (mengenai orang penting ataupun lembaga/organisasi)
Memiliki tujuan tertentu.
Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng.
Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis
Unsur Teks Anekdot
Teks anekdot memiliki unsur-unsur pembangun yang tidak jauh dengan unsur-unsur teks fiksi lainnya, antara lain,
1. Tema
Tema merupakan gagasan umum yang menjadi dasar pengembangan seluruh cerita.
2. Tokoh
Tokoh merupakan para pelaku yang terdapat dalam cerita.
3. Latar
a. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa.
b. Latar waktu, berhubungan dengan waktu terjadinya peristiwa.
c. Latar suasana, mengacu dengan suasana yang terjadi pada lokasi dan waktu tertentu.
d. Latar sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan status tokoh yang diceritakan serta perilaku sosial masyarakat di suatu tempat.
Kaedah Kebahasaan
Teks anekdot memiliki kaidah kebahasaan tersendiri, sehingga berbeda dengan teks lainnya. Adapun kaidah kebahasaan teks anekdot yaitu,
Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
Menggunakan kata penghubung.
Menggunakan kata kerja.
Menggambarkan peristiwa berdasarkan waktu.
Menggunakan janis pertanyaan retoris, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan dijawab.
Itulah penjelasan dari teks anekdot sebagai certia humor yang mengandung pesan moral. Dengan adanya teks anekdot, akan menambah ketertarikan orang dalam membaca, dengan itu tingkat literasi semakin meningkat. (MZM)

