Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Berpikir Kronologis serta Ciri-Cirinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Berpikir Kronologis,, Foto: Unsplash/Darius Bashar
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Berpikir Kronologis,, Foto: Unsplash/Darius Bashar

Dari berbagai jenis cara berpikir, cara berpikir kronologis digunakan para ahli untuk memperoleh informasi yang lebih presisi lengkap dan tepat. Seperti apa pengertian dan contoh berpikir kronologis?

Pengertian Berpikir Kronologis

Mengutip buku Anak & Media Pembelajaran (Studi Empirik & Analisis Faktual), Mohamad Miftah, (2022:37), kronologi adalah pengetahuan tentang urutan waktu dari peristiwa yang terjadi di masa lalu secara runtut.

Dengan begitu, berpikir kronologis adalah cara berpikir tentang suatu peristiwa secara runtut. Konsep ini sangat penting untuk digunakan di dalam menganalisis suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Melalui cara berpikir kronologis, kita akan lebih mudah mengetahui urutan suatu peristiwa secara urut dan berkesinambungan secara utuh.

Karena itulah, para sejarawan dan pihak kepolisian selalu menggunakan konsep berpikir logis di dalam menelaah suatu peristiwa.

Ciri-ciri Cara Berpikir Kronologis

Ciri-ciri Berpikir Kronologis, Foto: Unsplash/Possessed Photography

Konsep cara berpikir kronologis dapat dikenali dari beberapa ciri, antara lain:

  • Bersifat Vertikal

Sifat vertikal mengacu pada urutan kejadian yang telah berlangsung, sehingga setiap kejadian bisa diurutkan dari awal sampai akhir hingga runtut.

  • Menekankan Durasi Kejadian

Proses berpikir kronologis ketika mempelajari kejadian di masa lalu merupakan sebuah proses waktu.

  • Adanya Perbandingan

Perbandingan dengan cara berpikir kronologis berupa sebab akibat atau kejayaan dan kehancuran dari suatu peristiwa di masa lalu.

  • Menguraikan Suatu Peristiwa

Penerapan konsep berpikir kronologis untuk menganalisis kejadian masa lalu dapat memberikan informasi yang sangat terperinci, karena dilakukan dengan menguraikan suatu peristiwa secara runtut.

  • Mampu Memeriksa Kesinambungan Peristiwa

Dengan menggunakan konsep berpikir kronologis, maka akan didapatkan kesinambungan antara satu peristiwa dengan peristiwa di masa lalu, karena adanya penekanan waktu kejadian antara satu sama lain.

  • Memiliki Cakupan yang Amat Luas

Jika berpikir sinkronis memiliki cakupan yang sempit, maka lain halnya dengan berpikir kronologis yang memiliki cakupan yang lebih luas, karena perlu menggali setiap detail yang ada di masa lalu.

Contoh Berpikir Kronologis

Agar lebih paham, simak contoh berpikir kronologis berikut ini:

Usai Perang Dunia 2 dijelaskan secara runtut bahwa komunisme disegani hingga kurang lebih setengah abad. Hal itu membuat dunia harus melalui perang dingin yang bisa berpengaruh pada keadaan politik dari banyak negara.

Namun, hanya di dalam dua tahun, yaitu antara 1989 - 1991, dunia juga menyaksikan runtuhnya negara komunis yang di Eropa Timur, yang menandai usainya perang dingin dan keruntuhan komunisme di Eropa Timur.

Silakan latih cara berpikir kronologis dengan menelaah sejarah, baik di Indonesia maupun luar negeri.(BRP)