Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Layang Lelayu dalam Bahasa Jawa Lengkap

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Layang Lelayu. (Foto: Lil_Foot_ by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Layang Lelayu. (Foto: Lil_Foot_ by https://pixabay.com)

Dalam Bahasa Jawa, layang dapat diartikan sebagai surat. Layang terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah layang lelayu. Apa yang dimaksud dengan layang lelayu? Pengertian layang lelayu adalah kabar duka cita atau surat yang menjelaskan bahwa terdapat orang yang meninggal. Agar lebih paham, artikel kali ini akan menjelaskan contoh layang lelayu dalam Bahasa Jawa.

Bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian dan contoh layang lelayu dalam yang lengkap Bahasa Jawa.

Mengenal Lelang Lelayu dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi Layang Lelayu. (Foto: Nile by https://pixabay.com)

Layang lelayu yaiku layang kanggo ngaturi pirsa ana wong kepaten (layang lelayu (surat pemakaman adalah surat untuk memberitahukan kabar kematian seseorang). Dikutip dari buku Baboning Pepak Basa Jawa yang ditulis oleh Budi Anwari (2020: 286), berikut adalah contoh lelang lelayu dalam Bahasa Jawa:

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

Sampun tinimbalan sowan ing pangayunaning Pangeran kanthi tentrem ing RS Telogorejo nalika dinten Ahad Kliwon, 24 Desember 2006 (3 Besar alip 1939) pukul 11.50 siyang, Bapak sutresna:

Bapak Muhammad Khairun

(Yuswa 72 taun)

Layon badhe kasarekaken ing makam Sitisuci, bidhal saking griya sungkawa Brumbungan Loyola 97, dinten Senen Legi 25 Desember 2006 pukul 14.00.

Semarang, 24 Desember 2006

Ingkang duhkita

*Ibu Sumarmi (garwa)

*Brayat Muhammad Sahrul, SH. (putra)

*Brayat Muslim, SH. (putra)

*Brayat Budi Anwari, SE. (putra)

*Brayat Emi Hidayati, SPd. (putra)

*Brayat Naimah (rayi)

*Brayat Iskandar (rayi)

Meskipun saat ini surat atau layang sudah jarang digunakan karena hadirnya sarana komunikasi yang lebih canggih seperti telepon kabel atau handphone. Namun, di beberapa daerah layang masih dipergunakan karena salah satu kebudayaan yang unik dan wajib diwariskan. Selain layang lelayu, terdapat pula beberapa layang yang digunakan dalam Bahasa Jawa, yaitu layang kitir, layang dines, layang ulem, dan layang kiriman. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)