Konten dari Pengguna

Pengertian dan Pembagian Tauhid dalam Al-Quran

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tauhid. Foto: freepik.com/garrykillian
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tauhid. Foto: freepik.com/garrykillian

Sebagai umat Muslim, tauhid bukalah hal yang asing lagi. Meskipun begitu, masih banyak yang belum mengetahui akan pengertian dan pembagian tauhid.

Pengertian Tauhid

Dijelaskan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam karyanya yang berjudul Syarh Tsalatsatil (1997: 39), pengertian tauhid berasal dari bahasa Arab fi’il wahhada-yuwahhidu yang artinya menjadikan sesuatu menjadi satu saja. Sementara secara istilah, tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan atas segala kekhususannya.

Pembagian Tauhid

Para ulama menjelaskan bahwa tauhid dibagi menjadi tiga, yaitu Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Al Asma Was Shifat.

  • Tauhid Rububiyyah

Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala kejadian yang hanya Allah saja yang bisa melakukkannya. Selain itu, menyatakan secara tegas bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta, Raja, dan Rabb seluruh makhluk yang ada di alam semeta.

Dengan meyakini tauhid rububiyyah sama halnya dengan meyakini segala kekuasaan hanya milik Allah sebagai pencipta serta Yang mengatur alam semesta dan seisinya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al An’am ayat 1 yang artinya,

“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang”

Ilustrasi pembagian tauhid dalam Al-Quran. Foto: freepik.com/rawpixel-com
  • Tauhid Uluhiyyah

Tauhid Uluhiyya yakni mentauhidkan Allah SWT dalam segala bentuk indah dan baik secara lahir dan batin. Maksudnya, mengesakan Allah dalam hal ibadah dan menjadi satu-satunya tempat dimintai pertolongan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Fatihah ayat 5 yang artinya,

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

Sebegitu pentingnya tauhid yang satu ini, menjadikan Tauhid Uluhiyyah menjadi tauhid yang paling ditekankan dari ketiga tauhid yang ada. Hal tersebut dikarenakan misi utama para rasul dan alasan turunnya kitab-kitab Allah adalah dengan menegakkan kebenaran di jalan Allah.

  • Tauhid Al Asma Was Shifat

Tauhid Al Asma Was Shifat adalah mentauhidkan Allah SWT dalam penetapan nama dan sifat Allah yang sesuai dengan yang telah Ia tetapkan dalam Al-Quran dan Hadist.

Adapun cara bertauhid Asma Was Shifat adalah menetapkan nama dan sifat Allah sesuai dengan ketetapan dan menafikan nama-Nya. Sebagaimana yang termaktub dalam surat Al A’raf ayat 180 yang artinya,

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.”

Demikian penjelasan pengertian dan pembagian tauhid dalam Al-Quran. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT. (MZM)