Konten dari Pengguna

Pengertian dan Proses Manajemen Risiko

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses manajemen risiko. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Proses manajemen risiko. Sumber: pixabay.com

Proses manajemen risiko merupakan proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian dan penghindaran, serta minimalisasi atau penghapusan risiko yang tidak dapat diterima. Sedangkan menurut Smith, manajemen risiko diartikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.

Proses Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko. Sumber: pixabay.com

Berikut adalah pengertian proses manajemen risiko yang dikutip dari buku Manajemen Risiko Perusahaan karya Pardjo YAP (2017).

1. Identifikasi Risiko

Perusahaan akan melakukan identifikasi risiko yang dialami atau mungkin akan dialami oleh perusahaan.

2. Mengidentifikasi Bentuk-Bentuk Risiko

Pihak manajemen perusahan telah menemukan bentuk risiko dan mampu menjelaskannya secara detail.

3. Menempatkan Ukuran-Ukuran Risiko

Pihak manajemen perusahaan sudah menempatkan skala yang dipaka, termasuk rancangan model metodologi penelitian yang akan digunakan. Dengan adanya kepemilikan rancangan metodologi penelitian diharapkan perusahaan memiliki pondasi kuat untuk mengolah data.

4. Menempatkan Alternatif-Alternatif

Pihak manajemen perusahaan telah melakukan pengolahan data serta hasilnya akan dijabarkan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif, termasuk akibat atau pengaruh yang akan muncul dari keputusan yang diambil.

5. Menganalisis Setiap Alternatif

Pada tahap ini, akan dilakukan analisis dan pemaparan dari berbagai sudut pandang beserta efek yang mungkin saja muncul. Dampak jangka pendek dan jangka panjang juga perlu dipaparkan secara komprehensi dan sistematis supaya mendapatkan gambaran yang jelas.

6. Memutuskan Satu Alternatif

Setelah berbagai alternatif dipaparkan, selanjutnya pihak manajer perusahaan diharapkan sudah mempunyai pemahaman secara mendalam dan memilih satu alternatif dari semua alternatif yang ditawarkan.

7. Melaksanakan Alternatif yang Dipilih

Setelah satu alternatif dipilih, maka manajer perusahaan sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang dilengkapi dengan rincian biaya yang telah disetujui oleh bagian keuangan serta otoritas pengambil penting lainnya.

8. Mengontrol Alternatif yang Dipilih Tersebut

Alternatif yang dipilih akan dilaksanakan oleh pihak tim manajemen dan manajer perusahaan.

9. Mengevaluasi Jalannya Alternatif yang Dipilih

Akan dilaksanakan quality control terhadap alternatif yang sudah terpilih dan melaporkan kepada pihak manajer perusahaan.

(Anne)