Pengertian dan Syarat Uji Chi Square

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Chi Square adalah uji non parametik yang biasa digunakan seseorang yang sedang melakukan penelitian. Bukan hanya untuk penelitian dalam skala besar, para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi pun pasti akan berhubungan dengan uji Chi Square tersebut karena umumnya terdapat pada pengolahan data yang menggunakan software statistik seperti SPSS atau SPLS.
Chi Square disebut juga dengan Kai Kuadrat. Uji ini tidak bisa dilakukan begitu saja mengingat metode dan rumus yang cukup kompleks, sehingga untuk menerapkannya diperlukan bimbingan khusus dari yang sudah berpengalaman.
Pengertian dan Syarat Uji Chi Square
Chi square adalah uji non parametrik yang sering digunakan dalam penelitian. Prinsip kerjanya adalah dengan membandingkan dua variabel yang skala datanya adalah nominal.
Dikutip dari buku Pengantar Statistika, Usman, H. & R. Purnomo Setiady Akbar, Bumi Aksara, 2000, Uji Chi Square biasanya digunakan untuk mengetahui hubungan dua variabel nominal kemudian mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel yang dimaksud. Skala data kedua variabel adalah nominal. Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan skala nominal maka dilakukan uji Chi Square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji pada derajat yang terendah.
Uji chi square bisa dilakukan hanya pada sampel berukuran besar. Uji ini dilakukan dengan mentabulasikan variabel ke dalam kategori-kategori lalu dihitung statistik Chi Square nya.
Syarat Uji Chi Square
Syarat umum uji Chi Square adalah: frekuensi responden atau sampel yang digunakan besar, sebab ada beberapa syarat Chi Square dapat digunakan yaitu:
Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0 (Nol).
Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“Fh”) kurang dari 5.
Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misak 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.
Karakteristik Chi‐Square
Nilai Chi‐Square selalu positip.
Terdapat beberapa keluarga distribusi Chi‐Square, yaitu
Distribusi Chi‐Square dengan DK=1, 2, 3, dst.
Bentuk distribusi Chi‐Square adalah menjulur positip.
Fungsi Chi‐Square
Untuk menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel nominal dan mengukur kuatnya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel nominal lainnya (C = Coefisien of contingency).
Pada dasarnya, jika Anda adalah seorang peneliti maka perlu rasanya untuk mempelajari rumus Chi Square harus anda pelajari agar dapat mengerti makna sesungguhnya dari uji chi square. Sehingga dapat memanfaatkan rumus tersebut dalam kegiatan analisis, terutama saat melakukan uji kumparatif pada data dengan skala data nominal. (DNR)
