Konten dari Pengguna

Pengertian Endurance dan Cara untuk Melatihnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk endurance adalah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk endurance adalah

Kebugaran jasmani harus tetap dijaga dan dipelihara. Apabila jasmani kita kuat, kita dapat mengerjakan berbagai aktivitas sehari-hari dengan baik. Seseorang yang memiliki derajat kesegaran jasmani yang tinggi akan dapat melakukan pekerjaan dengan baik dalam waktu yang cukup lama dan tanpa mengalami kelelahan fisik.

Daya tahan atau endurance adalah salah satu komponen fisik kesegaran jasmani yang dapat dipelihara dan ditingkatkan dalam program latihan olahraga. Menurut Neiman (1986) yang dikutip dari buku Taktik & Strategi Futsal Modern yang ditulis oleh Justinus Lhaksana (2011: 21), pengertian endurance adalah kemampuan seseorang bekerja dalam waktu yang lama karena adanya jaminan kerja otot, yaitu dengan mengambil oksigen dan menyalurkan ke otot yang aktif.

Jika disimpulkan, daya tahan adalah kemampuan otot/tubuh melakukan aktivitas fisik dalam waktu yang lama. Semakin lama waktu pertandingan, maka daya tahan tubuh seorang pemain juga haruslah semakin tinggi.

Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai cara untuk melatih endurance.

Olahraga dan Cara untuk Melatih Endurance

Ilustrasi Endurance. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Sebelum sudah dijelaskan mengenai pengertian endurance. Dalam suatu pertandingan, endurane menjadi sangat penting karena pengulangan dari teknik dalam jumlah yang banyak dalam suatu olahraga. Adapun kapasitas daya tahan tubuh yang tinggi akan berdampak pada metabolisme tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi yang diperlukan dalam aktivitas fisik.

Nah, bagi kamu yang ingin meningkatkan kapasitas daya tahan tubuh (endurance), berikut adalah beberapa macam metode yang biasa dipakai dalam latihan daya tahan:

  • Continuous run, merupakan metode yang menginstruksikan untuk berlari dengan kecepatan rendah sesuai dengan waktu yang ditentukan. Misalnya, atlet ditargetkan dapat berlari tanpa henti selama 120 menit dalam waktu 8 minggu.

  • Interval training, merupakan metode yang menargetkan seorang atlet dapat menempuh lintasan dalam waktu 30 menit.

  • Fartlek atau cross country, merupakan latihan dengan beban yang berubah-ubah, yaitu naik turun bukit buatan selama 30 menit. Dengan kecepatan rendah, intensitas latihan dengan denyut nadi dapat dilakukan pada 120–150 kali per menit.

Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)