Pengertian Etnosentrisme, Faktor dan Dampaknya dalam Budaya

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian etnosentrisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sikap yang berlandaskan pada kelompok atau kebudayaan sendiri. Atau secara umum, etnosentrisme merupakan penilaian terhadap kebudayaan lain atas standar dan dasar nilai budaya sendiri.
Sedangkan dalam buku Prasanngka, Konflik dan Komunikasi Antarbudaya, Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S., (2018:34) menjelaskan istilah etnosentrisme diciptakan oleh Ludwig Gumplowicz dan kemudian diperjelaskan lagi oleh William G. Summer, yang mendefinisikan etnosentrisme sebagai dasar keyakinan dari masing-masing orang bahwa mereka selalu menduduki titik tertinggi (atau paling unggul( tidak hanya di antara bangsa-bangsa pada saat sekarang, namun juga berhubungan dengan catatan historis mereka di masa lalu.
Lalu bagaimana dengan faktor-faktor etnosentrisme dan dampaknya dalam budaya Indonesia serta masyarakatnya?
Pengertian Etnosentrisme, Faktor dan Dampaknya dalam Budaya
Sebagaimana dijelaskan di atas tentang pengertian etnosentrisme terutama dikaitkan dengan budaya sebagai kecenderungan melihat dunia melalui sudut pandang budayanya sendiri bahwa budayanya lebih baik dari yang lain.
Etnosentrisme tidak selalu bersisi negatif, apalagi jika dikaitkan dengan budaya dan masyarakat Indonesia. Beberapa faktor penyebab etnosentrisme adalah sebagai berikut:
Sejarah, sangat berkaitan dengan terjadinya etnosentrisme. Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang kuat sebagai negeri yang memiliki banyak pulau dengan identitas bangsa yang ramah dan pejuang.
Pluralitas Bangsa, ini berkaitan dengan banyak suku dan golongan, yang bisa memicu konflik
Politik, ini terkait dengan rasa fanatisme terhadap identitasnya dalam mencapai suatu tujuan.
Dampak pengertian etnosentrisme pada masyarakat Indonesia ada yang positif dan negatif.
Dampak negatif:
timbulnya konflik horizontal, seperti Dayak – Madura, beberapa waktu lalu.
Menghambat integrasi
Dampak positif:
Jiwa patriotisme ada segenap lapisan bangsa
Cinta pada budaya sendiri
Menjaga dan mempertahankan multikultur dalam masyarakat Indonesia.(IJS)
