Pengertian, Fungsi, dan Contoh Laporan Posisi Keuangan

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Laporan keuangan adalah hal yang menjadi dasar bagi investor untuk melihat fundamental suatu perusahaan. Terdapat 4 pokok penting yang dilihat investor saat melihat laporan keuangan, yaitu laporan posisi keuangan (neraca) yang meliputi aset, liabilitas, dan ekuitas, laporan laba-rugi, laporan arus kas, serta laporan perubahan ekuitas.
Neraca adalah salah satu laporan keuangan. Posisi keuangan perusahan dapat dilihat pada neraca. Adapun beberapa analisis laporan keuangan juga menggunakan data neraca murni, misalnya analisis likuiditas dan solvency. Saat ini, laporan posisi keuangan merupakan istilah baru untuk menggantikan istilah neraca yang sudah ada sebelumnya. Nah, artikel kali ini akan membahas laporan posisi pada keuangan perusahaan.
Laporan Posisi pada Keuangan Perusahaan
Dikutip dari buku Analisis Laporan Keuangan yang ditulis oleh Toto Pribadi (2019: 36), pengertian laporan posisi keuangan merupakan suatu pokok penting yang menggambarkan posisi keuangan pada suatu saat. Perusahaan publik akan menyusun laporan keuangan setiap tiga bulan atau kuartalan. Adapun laporan kuartalan tidak diaudit.
Laporan posisi pada keuangan perusahaan (neraca) dapat disusun berdasarkan persamaan akuntansi, yaitu:
Aset = Utang + Ekuitas
Dengan persamaan tersebut, komposisi neraca terdiri dari aset, utang dan ekuitas (modal). Aset adalah bentuk sumber daya perusahaan, sedangkan komposisi utang dan ekuitas sangat bervariasi. Utang akan menimbulkan biaya bunga, sedangkan modal atau ekuitas akan menimbulkan dividen.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh laporan posisi pada keuangan perusahaan:
PT Mayora Indah Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Desember 2012 dan 2011
Aset
1. Aset Lancar:
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Piutang lain-lain – pihak ketiga
Persediaan
Uang muka pembelian
Pajak dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Total Aset Lancar
2. Aset Tidak Lancar:
Aset pajak tangguhan
Aset tetap-bersih
Uang muka pembelian aset tetap
Uang jaminan
Beban tangguhan
Total Aset Tidak Lancar
Total Aset
Catatan:
Penyisihan piutang ragu-ragu – usaha
Akumulasi penyusutan
*setiap bagian memiliki jumlah keuangan yang tertera dan dibedakan berdasarkan tahun 2012 dan 2011.
Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
