Konten dari Pengguna

Pengertian, Fungsi, dan Rumus Akor dalam Seni Musik

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Akor. (Foto: stevepb by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Akor. (Foto: stevepb by https://pixabay.com)

Dalam memainkan suatu lagu dengan menggunakan keyboard, tentunya pemain tidak terlepas dari suatu jalinan nada yang disebut dengan chord atau akor. Apa yang kamu ketahui tentang akor? Dikutip dari buku Cepat Bisa Bermain Keyboard yang ditulis oleh Yulia Rendra (2013: 25), pengertian akor adalah suatu rangkaian nada-nada yang tersusun secara teratur dari sebuah tangga nada dan bisa merepresentasikan atau mewakili nada tersebut.

Terdapat beberapa cara atau rumus untuk mencari dan memainkan suatu akor, yaitu klasik dan pop. Dari kedua pendekatan tersebut, sebenarnya yang membedakan cara pendekatan kedua golongan tersebut adalah pencitraan terhadap jenis musik itu sendiri, klasik atau pop (populer). Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai fungsi dan rumus akor dalam seni musik.

Apa yang Kamu Ketahui tentang Akor dalam Musik?

Ilustrasi Akor. (Foto: StockSnap by https://pixabay.com)

Dalam seni musik, fungsi utama akor adalah sebagai pengiring lagu, untuk memainkan musik serta mengimprovisasi lagu. Selain fungsi tersebut, akor juga dapat digunakan untuk memudahkan pemusik dalam mengaransemen lagu yang akan dibawakan.

Akor biasanya diberi simbol/rumus sebagai berikut:

  • Untuk akor-akor mayor cukup ditulis nada awalnya saja dengan huruf kapital. Misalnya, C adalah akor C Mayor.

  • Untuk akor-akor minor setelah nada awal kemudian diberi tambahan huruf “m” untuk singkatan dari minor. Misalnya, Am adalah akor A Minor.

  • Untuk akor-akor substitusi setelah nada awal diberi tambahan huruf atau angka, seperti dim, Aug, sus, M7, 7 dan lain sebagainya.

  • Adapun akor 4 nada yang disebut dengan Power Chord, atau ada juga yang menamakan Broken Chord atau Mystic Chord.

Misalnya, Akor C Mayor berasal dari tangga nada C Mayor yang susunannya:

C – D – E – F – G – A – B – C

1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 1

Nada pertama adalah C, nada ketiga adalah E, dan nada kelima adalah G. Jadi, susunan nada dalam akor C Mayor adalah C – E – G. Apakah sekarang kamu lebih paham? Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)