Konten dari Pengguna

Pengertian Galungan sebagai Hari Raya Umat Hindu dan Bentuk Perayaannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hari Raya Galungan umat Hindu. Sumber: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Raya Galungan umat Hindu. Sumber: Kumparan

Galungan adalah Hari Raya umat Hindu yang dilakukan setiap 2 tahun sekali pada hari Rabu wuku Dungulan. Mengutip dari laman buleleng.bulelengkab.go.id (diakses pada 11/11/21), hari raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali sebagai peringatan atas kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Pada dasarnya Galungan adalah hari raya Hindu yang dirayakan untuk memperingati terciptanya semesta jagat raya beserta seluruh isinya. Oleh karena itu perayaan hari raya ini juga bermakna sebagai hari untuk umat Hindu mengungapkan rasa syukur dengan melakukan persembahyangan dan persebahan bagi Dewa Bhatara dan Sang Hyang Widhi.

Bentuk Perayaan Hari Galungan Umat Hindu

Bali merupakan wilayah Indonesia yang didominasi oleh pemeluk agama Hindu, oleh karena itu peringatan Galungan akan mudah dijumpai di kawasan tersebut. Seperti yang sudah disebutkan bahwasanya Galungan dirayakan 6 bulan sekali, maka masyarakat Bali merayakan Galungan sebanyak 2 kali. Adapun waktu pelaksanaan Galungan tersebut jatuh pada hari Rabu tanggal 14 April 2021 dan 10 November 2021 lalu.

Secara umum peringatan Hari Raya Galungan umat Hindu dilakukan dengan melaksanakan persembahyangan di rumah masing-masing hingga sembahyang ke pura di sekitar tempat tinggal. Adapun yang paling khas dari perayaan ini ialah dimana setiap tepi jalan akan dihiasi dengan penjor atau bambu melengkung yang dipasangi oleh hiasan.

Selain melakukan persembahyangan, pada hari raya Galungan tersebut umat Hindu yang memiliki anggota keluarga yang telah meninggal dunia juga akan melakukan ziarah atau Mamunjung ka Setra Kuburan.

Ilustrasi Hari Raya Galungan umat Hindu. Sumber: Kumparan

Setelah perayaan Galungan, maka pada hari berikutnya yang dikenal sebagai hari Umanis Galungan, umat Hindu akan melakukan persembahyangan kembali lalu melakukan Dharma Santi atau berkunjung ke sanak saudara ataupun tempat-tempat rekreasi.

Kemudian setelah 10 hari peringatan Galungan, umat Hindu akan kembali merayakan hari Kuningan sebagai hari tolak bala untuk memohon keselamatan dan kedamaian dari dewa.

Demikianlah ulasan singkat mengenali hari Raya Galungan yang diselenggarakan oleh umat Hindu. Semoga informasi tadi dapat bermanfaat! (HAI)