Konten dari Pengguna

Pengertian Iman Kepada Allah dan Cara Mengajarkan Keimanan pada Anak

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Iman. Sumber: Katerina Kerdi-Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Iman. Sumber: Katerina Kerdi-Unsplash.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iman adalah kepercayaan yang berkenaan dengan agama atau ketetapan hati. Berdasarkan pernyataan tersebut, orang yang beriman dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai keyakinan dan kepercayaan.

Pengertian Iman dalam Agama Islam

Pengertian iman dalam agama Islam dan KBBI tentu sama, yakni memiliki keyakinan. Namun, dalam agama Islam ada hal-hal yang harus diyakini. Hal-hal itu biasa disebut sebagai rukun iman. Adapun rukun iman dalam agama Islam adalah sebagai berikut.

  1. Iman kepada Allah SWT.

  2. Iman kepada Malaikat Allah.

  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah.

  4. Iman kepada Rasul-rasul Allah.

  5. Iman kepada Hari Akhir (Hari Kiamat).

  6. Iman kepada Qada dan Qadar.

Pemeluk agama Islam haruslah yakin akan enam hal tersebut. Terlebih lagi yakin kepada Allah SWT bahwa ia adalah satu-satunya Tuhan yang disembah, tidak beranak dan tidak diperanakan. Ketika seorang hamba telah beriman kepada Allah dan percaya pada 5 rukun iman lainnya, maka ia akan memperoleh ketenangan hati. Sebab ia akan percaya bahwa segala yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah dan atas izin Allah. Lalu, apa gunanya beriman (percaya) Hari Akhir?

Percaya akan adanya Hari Akhir akan membuat seorang hamba senantiasa mengikuti perintah Allah SWT dan meyakini bahwa hari pembalasan itu nyata adanya. Oleh karena itu, menanamkan pemahaman tentang iman penting dilakukan oleh orang tua agar anak tumbuh sebagai pribadi muslim yang yakin atas agama Allah.

Cara Mengajarkan Keimanan pada Anak

Salah satu cara terbaik untuk mengajarkan keimanan pada anak adalah dengan mencontohkannya. Anak adalah peniru yang baik maka ia akan meniru apa yang ia dengar dan apa yang ia lihat. Usahakan untuk selalu membawa anak untuk mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW melarang segala bentuk perkataan serta perbuatan yang mendekati pada perilaku syirik. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengajarkan anak untuk berpegang hanya pada Allah SWT. Bukan pada jimat atau jampi-jampi (Rianti, 2014: 8).

Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu percaya dan dekat kepada-Nya. Aamiin (AA)