Pengertian Isra Miraj dan Kisah Singkat Perjalanan Rasulullah ke Langit

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting yang mengubah Islam hingga saat ini. Bahkan peristiwa ini menjadi hari besar yang patut diperingati setiap tahunnya oleh umat muslim. Isra miraj jatuh pada tanggal 27 Rajab setiap tahunnya.
Mengutip Zakaria dalam jurnalnya mengenai Studi Analisis Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Menruut Al-Qur’an dan Hadits (2019:100), peristiwa isra miraj dibagi kedalam dua bagian, yakni isra dan mi’raj, di mana isra berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari Al-Masjidil-Haram di Mekah hingga ke Al-Masjidil-Aqsha di Yerusalem. Sedangkan miraj berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW naik dari Al-Masjidil-Aqsha menuju Sidratul-Muntaha atau langit tertinggi.
Perisitiwa ini menjadi sejarah awal umat muslim untuk menunaikan ibadah sholat wajib sebanyak 5 kali dalam sehari dengan 17 rakaat yang dibagi menjadi dua rakaat subuh, empat rakaat dzuhur, empat rakaat ashar, tiga rakaat maghrib, dan empat rakaat isya’.
Kisah Singkat Isra Miraj
Peristiwa ini diceritakan dalam berbagai hadist. Dalam buku Isra Mi’raj milik Al-Asqalani dan As-Suyuti (2008:1) dijelaskan secara singkat berdasarkan hadist Muslim, peristiwa ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW dibawakan buraq – sejenis hewan berwarna putih yang langkah kakinya sejauh matanya memandang. Rasulullah kemudian mengendarainya ke Baitul Maqdis dan masuk ke Masjidil Aqsha untuk mendirikan shalat sebanyak dua rakaat.
Setelah keluar, Malaikat Jibril a.s. membawakan Rasulullah segelas arak dan susu, maka Rasulullah memilih susu. Jibril pun berkata “Engkau telah memilih fitrah.” Selanjutnya Rasulullah bersama Jibril naik ke langit pertama dan bertemu dengan nabi Adam a.s. Rasulullah kembali naik ke langit kedua dan bertemu dengan dua orang sepupunya, yaitu Isa a.s dan Yahya a.s. Perjalanan berlanjut ke langit ketiga dan Rasulullah bertemu dengan Yusuf a.s. Kemudian Rasulullah naik lagi hingga langit keempat dan bertemu dengan Idris a.s. Rasulullah pun naik lagi ke langit kelima dan bertemu dengan Harun a.s. Setelah itu naik lagi hingga ke langit keenam lalu bertemu dengan Musa a.s. Rasulullah naik hingga langit ke tujuh di mana Ia bertemu dengan Ibrahim a.s yang sedang menyandarkan punggungnya pada Baitul Ma’mur.
Kemudian Jibril membawa Rasulullah ke (pohon) Sidratul Muntaha. Allah SWT pun memberi wahyu yang mewajibkan umat muslim untuk sholat lima puluh kali dalam sehari semalam. Kemudian Rasulullah turun dan bertemu dengan Musa a.s. yang bertanya “Apakah yang diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu?”, Rasulullah menjawab “Lima puluh kali shalat dalam sehari semalam.” Dia berkata, “Kembalilah menemui Tuhanmu dan mintalah keringanan kepada-Nya. Sebab umatmu tidak akan mampu melakukan hal itu. Aku telah menguji Bani Israil.” Kemudian Nabi Muhammad SAW kembali kepada Allah SWT. Hal itu terus terjadi beberapa kali, Rasulullah berbalik antara Allah dan Musa a.s hingga Allah SWT mengurangi jumlahnya menjadi lima shalat.
Ketika Muhammad kembali ke Musa, Ia berkata, “Umatmu tidak akan mampu melakukan itu. Kembalilah menemui Tuhanmu dan mintalah keringanan lagi.” Kemudian Rasulullah membalas, “Aku telah berulang kali menemui Tuhanku, aku merasa malu terhadap-Nya.”
Demikianlah informasi mengenai Isra Mi’raj yang akan jatuh pada 11 Maret 2021. Semoga informasi ini bermanfaat. (RYFA)
