Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis, dan Ciri Penaksiran dalam Matematika

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi apa itu penaksiran, sumber gambar: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi apa itu penaksiran, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Salah satu materi yang diajarkan dalam pelajaran matematika kelas 4 SD yaitu penaksiran. Setiap siswa perlu memahami apa itu penaksiran karena hal tersebut tidak hanya dapat ditemukan dalam pelajaran, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, ketika kamu mengira-ngira harga suatu barang atau menerka-nerka hasil dari pembagian suatu bilangan. Proses mengira-ngira itulah yang dipelajari dalam penaksiran matematika.

Pengertian Penaksiran dalam Matematika

Dikutip dari buku Kalkulus Jilid 1 karya Purcell, dkk (2003), pengertian penaksiran merupakan suatu upaya penggunaan akal sehat yang terkelola rapi dan digabungkan dengan kemungkinan-kemungkinan bilangan yang wajar.

Penaksiran merupakan asumsi yang dilakukan untuk menghasilkan jawaban dari sebuah operasi hitung. Agar dapat melakukan penaksiran, maka kita perlu menggunakan aturan-aturan pembulatan, sehingga jawabannya dapatkan lebih mendekati hasil operasi hitung yang sesungguhnya.

Jenis-jenis Penaksiran dan Cirinya

ilustrasi apa itu penaksiran, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Setelah mengetahui apa itu penaksiran, kamu juga perlu memahami jenis-jenis dari penaksiran dalam matematika. Dikutip dari Sumber Belajar Penunjang PLPG Pelajaran/Paket Keahlian Matematika oleh Djadir, dkk (2017), berikut adalah jenis-jenis penaksiran:

1. Taksiran bawah

Taksiran bawah merupakan penaksiran hasil operasi hitung dengan membulatkan semua suku yang ada dalam operasi hitung ke dalam pembulatan tertentu yang ada dibawahnya, baik ke dalam puluhan, ratusan, atau ribuan.

Contoh:

• 34 × 45 dengan menggunakan taksiran bawah diperoleh 30 × 40 = 1200.

• 577 ÷ 24 dengan menggunakan taksiran bawah diperoleh 500 ÷ 20 = 25.

2. Taksiran Tengah

Taksiran tengah merupakan jenis penaksiran hasil operasi hitung dengan cara membulatkan semua suku dalam operasi hitung ke dalam pembulatan tertentu yang paling dekat ada di bawah atau di atasnya, baik ke dalam puluhan, ratusan, atau ribuan.

• 34 × 45 dengan menggunakan taksiran atas diperoleh 30 × 50 = 1500.

• 577 ÷ 24 dengan menggunakan taksiran atas diperoleh 600 ÷ 20 = 30. 3. Taksiran Atas

Taksiran atas merupakan penaksiran dengan membulatkan semua suku yang ada dalam operasi hitung ke dalam pembulatan tertentu yang ada diatasnya, baik ke dalam puluhan, ratusan, atau ribuan.

Contoh:

• 577 ÷ 24 dengan menggunakan taksiran atas diperoleh 600 ÷ 30 = 20.

• 734 – 45 dengan menggunakan taksiran atas diperoleh 800 – 50 = 750.

(DLA)