Pengertian Konflik, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidup ini dipenuhi berbagai macam konflik, baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dunia kerja, maupun dunia bisnis. Karena itu, Anda pasti sudah sering mendengar istilah konflik. Namun, sudahkah Anda memahami pengertian konflik? Menurut Nurdjana (1994), pengertian konflik adalah akibat dari perbedaan keinginan antara satu pihak dengan yang lainnya, sehingga salah satu atau keduanya sama-sama terganggu.
Penyebab Konflik
Konflik sendiri bersifat universal, sehingga bisa terjadi di setiap waktu dan tempat, karena hal-hal berikut:
1. Perbedaan Individu
Sifat, sikap, cita-cita, dan minat setiap orang pasti berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menimbulkan konflik di antara mereka, karena sering terjadi perbedaan pendapat.
2. Perbedaan Budaya
Budaya merupakan cara hidup suatu kelompok yang tentunya berbeda dengan budaya kelompok lainnya. Perbedaan budaya ini terkadang menimbulkan ketegangan dan konflik, karena cara hidup suatu kelompok yang bisa menyinggung kelompok lainnya.
3. Perubahan Sosial
Perubahan sosial juga sering menyebabkan konflik. Salah satu contoh perubahan sosial adalah ketika seorang anak beranjak remaja dan terpengaruh dengan pergaulan yang menurut orang tuanya buruk. Hal itu dapat menyebabkan konflik di antara si anak dan orang tuanya.
4. Bentrokan Kepentingan
Perbedaan kepentingan setiap orang juga sering menyebabkan bentrokan yang akhirnya mengakibatkan konflik di antara mereka. Sebagai contoh, kepentingan buruh bentrok dengan kepentingan pengusaha yang menyebabkan konflik dan berujung pada demonstrasi dan pemogokan kerja.
Pengertian dan Jenis Konflik
Inilah jenis-jenis konflik yang senantiasa mewarnai kehidupan manusia:
1. Konflik Interpersonal
Konflik yang terjadi di antara 2 orang saja disebut sebagai konflik interpersonal. Contoh: kakak-adik yang tengah memperebutkan suatu mainan.
2. Konflik Intrapersonal
Awalan “intra-” berarti berasal dari dalam. Jadi, konflik intrapersonal terjadi ketika Anda merasakan kekacauan di dalam diri sendiri alias berperang dengan pikiran sendiri. Contoh: Anda selalu menasihati teman-teman untuk menolong para pengemis, sedangkan saat Anda dihampiri seorang pengemis, alih-alih menolongnya, Anda malah ketakutan.
3. Konflik Antar Kelompok
Konflik antar kelompok terjadi di antara kelompok-kelompok orang yang terkonsolidasi dan umumnya terjadi karena benturan ide dan pendapat. Contoh: terjadi perbedaan pendapat dan ide ketika beberapa tim melakukan rapat di kantor.
4. Konflik Antar Kelas
Konflik antar kelas terjadi antara individu atau kelompok yang secara vertikal yang berbeda. Contoh: buruh pabrik yang meminta kenaikan upah kepada pemilik pabrik.
5. Konflik Ras
Konflik ras adalah proses dasar di dalam kehidupan sosial yang bersifat kohesif dan merusak. Konflik ini sering terjadi karena satu ras merasa lebih baik daripada ras lainnya dan menjunjung tinggi nilai yang berbeda tanpa mau menerapkan toleransi terhadap ras lain. Contoh: dijauhinya siswa dengan kulit berwarna di sekolah yang didominasi siswa/i dengan kulit putih.
6. Konflik Keluarga
Konflik keluarga sering terjadi karena kecemburuan atau ekonomi. Contoh yang paling sering terjadi adalah perebutan warisan ketika ada anggota keluarga yang meninggal.
Dampak Positif Konflik
Dilansir dari Patanjala: Jurnal penelitian sejarah dan budaya, Volume 6, Issue 1, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, (2014:69), konflik memiliki beberapa dampak positif, yaitu:
Meningkatkan kohesivitas dan solidaritas anggota kelompok
Memunculkan harapan-harapan yang terpendam, sehingga bisa menjadi katalisator perubahan sosial
Memperjelas norma dan tujuan kelompok
Menimbulkan mental yang tahan uji di dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan, sehingga mendewasakan diri setiap individu yang terlibat di dalam suatu konflik
Dampak Negatif Konflik
Dilansir dari Patanjala: Jurnal penelitian sejarah dan budaya, Volume 6, Issue 1, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, (2014:69), konflik memiliki beberapa dampak negatif, yaitu:
Meretakkan persatuan kelompok
Mengganggu kepribadian individu, hingga menyiksa mentalnya
Menimbulkan kekuasaan yang otoriter atau monopoli
Menimbulkan kerugian materiil dan kejiwaan, yang dapat menjurus kepada ketidakteraturan tatanan sosial
Setelah memahami pengertian konflik, berbagai penyebab, dan dampak yang ditimbulkan, yuk, lebih bijaksana di dalam menyikapi perbedaan di antara masyarakat.(BRP)
