Pengertian Majas Antitesis Lengkap dengan Contohnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas adalah salah satu di antara materi berbahasa yang digunakan pengguna bahasa di Indonesia. Dikutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah yang ditulis oleh Tim BIP (2021: 156), majas dapat diartikan sebagai cara menggambarkan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain. Berdasarkan penggolongannya, macam-macam majas atau gaya bahasa kiasan dapat dibagi menjadi empat kategori di antaranya, majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Keempat kategori majas tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa majas turunan, salah satunya adalah majas antitesis.
Bagi pengguna bahasa yang juga penikmat karya kebahasaan, majas merupakan suatu hal yang mutlak ada dalam setiap karya. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian majas antitesis lengkap dengan contohnya.
Mengenal Majas Antitesis dalam Bahasa Indonesia
Dikutip dari buku Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Nur Indah Sholikhati (2019: 111), pengertian majas antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan dua kata yang saling berlawanan dalam satu susunan. Kedua kata tersebut tidak hanya saling berlawanan, melainkan sangat bertolak belakang dari sisi makna.
Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh majas antitesis dalam bahasa Indonesia:
Kaya miskin, cantik jelek, pintar bodoh semuanya sama di mata Tuhan.
Naik turunnya harga BBM sangat berpengaruh pada harga kebutuhan pokok.
Hidup mati dan susah senangnya anak itu, serahkan saja kepada kami.
Bagi wakil Indonesia di ajang Sea Games, menang atau kalah bukanlah suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.
Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita nilai dari penampilan saja.
Lapangan atau sempitnya rezeki itu tergantung pada usaha kita dalam bekerja.
Dalam bahasa Indonesia, majas memang sering digunakan dalam beberapa karya sastra seperti, puisi, cerpen, pantun, dan novel. Oleh sebab itu, pecinta karya sastra serta yang bergelut dalam dunia kebahasaan wajib memahami keragaman majas yang ada dalam bahasa Indonesia. semoga bermanfaat! (CHL)
