Konten dari Pengguna

Pengertian Metode Geodetic Surveying dalam Proses Pemetaan Bumi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geodetic surveying adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Geodetic surveying adalah. Sumber: pexels.com

Dalam proses pemetaan bumi, terdapat berbagai metode survei yang sering digunakan. Salah satunya adalah geodetic surveying. Secara umum, geodetic surveying adalah kegiatan pengukuran dalam pemetaan bumi.

Oleh karena itulah, bagi orang-orang yang bekerja di bidang atau industri tersebut, wajib memahami metode survei yang satu ini. Dengan begitu, nantinya akan lebih mudah menerapkan saat harus melakukan pemetaan secara langsung.

Pengertian Geodetic Surveying dalam Proses Pemetaan Bumi

Geodetic surveying adalah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Manajemen Proyek, Hosaini, Hartoto, dan Alfiana (2021:4), pengertian survei geodetik atau geodetic surveying adalah kegiatan pengukuran dalam pemetaan bumi. Sedangkan surveyor merupakan orang yang terlibat dalam survei geodetik.

Bagi yang belum tahu, pemetaan bumi adalah kegiatan pengukuran, perhitungan, pendataan, serta penggambaran bumi, khususnya di bagian permukaan bumi. Adapun tata cara melakukan geodetic surveying yang tepat adalah sebagai berikut.

  1. Perencanaan, yakni menentukan tujuan survei, lokasi titik kontrol, jumlah dan penempatan penerima GNSS, serta interval pengukuran yang dibutuhkan.

  2. Pengukuran, yakni menggunakan penerima GNSS yang sudah terhubung dengan beberapa satelit GNSS untuk bantu mengukur sinyal yang diterima.

  3. Pengolahan data, di mana data yang dihasilkan dari penerima GNSS akan direkam dan diproses menggunakan perangkat lunak pemrosesan data. Nantinya, data yang diukur, selanjutnya dianalisis untuk menghitung posisi dan koordinat titik kontrol dengan presisi tinggi.

  4. Koreksi data, yakni proses yang bertujuan untuk menghilangkan kesalahan sistemik dan gangguan atmosfer.

  5. Integrasi dengan sistem referensi geospasial, di mana hasil pengukuran GNSS diintegrasikan dengan sistem referensi geospasial yang lebih luas. Contohnya seperti sistem koordinat geodetik yang digunakan di wilayah tertentu.

  6. Analisis dan interpretasi, yakni hasil pengukuran GNSS dianalisis dan diinterpretasikan untuk memahami hubungan spasial antara titik kontrol yang diukur dan objek atau fitur lain di area pemetaan.

  7. Dokumentasi, di mana hasil survei dan data yang didapat akan direkam dan didokumentasikan dengan baik. Termasuk juga koordinat, tingkat akurasi, dan informasi lain yang relevan.

Baca Juga: Pengertian Geospasial Data dan Manfaatnya di Bidang Informasi

Berdasarkan informasi di atas, bisa dipahami bahwa geodetic surveying adalah metode survei yang digunakan untuk pengukuran dalam pemetaan bumi. (Anne)