Konten dari Pengguna

Pengertian Objek Pengamatan IPA dan Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Objek pengamatan IPA. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Objek pengamatan IPA. Sumber: unsplash.com

Secara umum, pengertian objek pengamatan IPA adalah segala sesuatu yang bersifat nyata atau konkret yang ada di alam semesta. Jadi, untuk melakukan pengamatan di bidang IPA, Anda dapat menjadikan makhluk hidup, benda langit, hingga benda tidak hidup, seperti mesin dan bahan kimia sebagai objek pengamatan. Lantas, apa yang menjadi objek pengamatan IPA? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini!

Contoh Objek Pengamatan IPA

Objek pengamatan IPA. Sumber: unsplash.com

Jadi, kira-kira apa yang menjadi objek pengamatan IPA? Nah, jika kamu menjadikan makhluk hidup sebagai objek pengamatan IPA, maka bisa mempelajari cabang ilmu biologi. Sedangkan jika objek pengamatan IPA adalah benda-benda langit, maka bisa mempelajari cabang ilmu astronomi.

Kemudian objek pengamatan IPA yang berupa fenomena alam bisa dipelajari dalam cabang ilmu fisika. Berbeda dengan objek pengamatan IPA yang berkaitan dengan bahan kimia, tentunya Anda perlu mempelajari cabang ilmu kimia.

Menurut buku IPA Terintegrasi dan Pembelajarannya karya Insih Wilujeng (2020:205), setidaknya ada enam langkah yang wajib dilakukan untuk memulai pengamatan IPA antara lain adalah.

  1. Melakukan observasi awal.

  2. Mempertanyakan suatu masalah.

  3. Membuat jawaban sementara atau hipotesis.

  4. Merancang dan melakukan percobaan.

  5. Menganalisis hasil.

  6. Menarik kesimpulan.

Pada tahap observasi awal dan juga mempertanyakan suatu masalah, Anda perlu melibatkan panca indera dan juga melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Setelah itu, dari hasil observasi, Anda akan membuat pertanyaan sementara yang dianggap benar atau disebut sebagai hipotesisi. Proses membat hipotesis ini juga kerap disebut dengan inferensi.

Pada langkah selanjutnya, Anda akan merancang dan juga melakukan percobaan. Apabila hasilnya belum baik, maka segera lakukan perbaikan dan melakukan percobaan ulang. Selanjutnya, lakukan analisis hasil dan tarik kesimpulan. Anda bisa mengomunikasikan hasil pengamatan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Adapun beberapa contoh objek pengamatan IPA yang dilakukan secara kuantitatif adalah sebagai berikut.

  • Tinggi badan Toni adalah 135 cm.

  • Waktu yang diperlukan Shila dari rumah ke sekolah adalah 20 menit.

  • Massa Abdul adalah 50 kg.

(Anne)