Pengertian Penataan Ruang Bagian Luar di Desain Rumah

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua kaum milenial menolak untuk memiliki rumah sendiri. Beberapa diantaranya masih menginginkan kelak bisa membeli rumah sendiri untuk ditempati. Tentu tidak sabar rasanya bisa mengisi dan mengatur gaya rumah sesuai selera pribadi. Penataan ruang bagian luar dinamakan eksterior di dalam desain rumah. Simak penjelasannya dalam tulisan berikut ini!
Walaupun tidak mudah, namun bukan hal yang mustahil kita bisa memiliki rumah. Jika harga rumah di tengah kota sudah tidak terjangkau, cobalah melirik area pinggiran yang sudah memiliki banyak fasilitas dengan harga sesuai. Dengan kemudahan layanan transportasi umum saat ini, jarak bukan lagi halangan dalam memilih rumah di wilayah sub-urban.
Pengertian Penataan Ruang Bagian Luar Desain Rumah
Dikutip dari buku Pemanis:Rumah (2010:60),
Banyak orang yang berpikir untuk menempatkan pernak-pernik hanya di dalam interior rumah, sehingga melewatkan bagian eksterior begitu saja. Padahal bagian eksterior merupakan poin penting ketika orang berkunjung ke sebuah rumah. Karena eksterior rumah merupakan area pertama yang dilihat sebelum memasuki area interior rumah".
Karena itulah area eksterior sangat menentukan first impression terhadap sebuah rumah. Salah satu area eksterior yang dilewati saat akan memasuki area rumah adalah teras, yang merupakan area transisi antara halaman dan interior rumah.
Hiasan untuk teras sebaiknya dipilih yang memiliki kegunaan, misalnya aplikasi pernak-pernik pada nomor rumah. Selain sebagai identitas dan informasi, nomor rumah dapat ditampilkan sebagai aksesoris dinding. Antara lain dengan mencetaknya pada lempeng keramik berbentuk daun, sehingga kehadirannya juga dapat mempercantik ruang teras.
Dalam mendesain eksterior rumah, terdapat beberapa elemen kunci yang harus diperhatikan. Antara lain,
Kombinasi Warna Cat. Untuk memudahkan, tentukan warna utama terlebih dahulu. Lalu pilih warna yang memiliki shade lebih muda atau lebih tua dari warna utama untuk kombinasinya. Contoh jika warna utama putih, maka warna hitam dan abu-abu bisa diaplikasikan untuk kusen dan pintu pagar.
Pintu Masuk yang Menarik Perhatian. Disarankan untuk memilih warna yang berbeda pada pintu masuk sebagai petunjuk area menuju ke dalam rumah. Misalnya memilih pintu berwarna kuning diantara warna eksterior gelap.
Jendela yang Fungsional. Model jendela adalah refleksi gaya arsitektur rumah secara keseluruhan, namun jendela tetap harus menjalankan fungsi dalam hal sirkulasi udara dan memperlihatkan pemandangan di luar rumah.
Pemilihan Atap. Material pada atap harus berkualitas dan tahan terhadap hujan dan panas matahari.
Pencahayaan. Sistem pencahayaan yang tepat akan membantu mengangkat elemen dalam arsitektur rumah.
Setelah mengetahui pengertian penataan ruang bagian luar pada desain rumah, kita bisa mulai mengumpulkan referensi untuk memilih gaya eksterior.(DK)
