Pengertian Pendekatan Emik dan Etik dalam Ilmu Antropologi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu antropologi, terdapat dua macam pendekatan yang kerap digunakan, yakni pendekatan emik dan etik. Untuk mempelajarinya, tentu perlu mengetahui pengertian pendekatan emik etik.
Sebab, kedua pendekatan tersebut menjadi dasar dalam melakukan pengamatan perilaku manusia atau kebudayaan. Sehingga, memudahkan dalam menentukan sudut pandang saat melakukan pengkajian atau penelitian.
Pengertian Pendekatan Emik dan Etik
Adapun pengertian pendekatan emik etik yang dikutip dari buku Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Sosioantropologi, Darwis dan Hikmawati Mas’ud (2017), yakni
1. Pendekatan Emik
Pendekatan emik, yaitu menganalisa perilaku seseorang dengan mendapatkan informasi dari pelaku sendiri, bersifat naratif, subjektif, dan sulit digeneralisir.
Selain itu, pendekatan emik merupakan sudut pandang yang berasal dari masyarakat atau penduduk asli (native’s point of view). Sehingga, kebudayaan yang diteliti menghasilkan penemuan-penemuan yang bersifat khas (culture specific).
Akan tetapi, hasil penelitian satu sama lain bisa saja berbeda. Hal inilah yang membuat penelitian dengan pendekatan emik dianggap berhasil apabila dapat mengungkap pertanyaan warga setempat sebagai sesuatu yang bermakna dan sesuai perspektif mereka.
2. Pendekatan Etik
Sedangkan pendekatan etik adalah menganalisa perilaku atau gejala dari sudut pandang luar dan dibandingkan dengan budaya lain. Sifatnya objektif dan mempunyai indikator atau ukuran agar bisa dibandingkan
Selain itu, pendekatan etik dapat dikatakan sebagai cara memahami dan melukiskan suatu kebudayaan berdasarkan sudut pandang dari seorang peneliti (scientist’s point of view).
Hasil dari penelitian etik cenderung umum atau sama pada berbagai konteks budaya. Selain itu, pendekatan ini juga tidak bergantung dengan acuan khusus yang bersifat lokal.
Perbedaan pendekatan Emik dan Etik
Dari penjelasan di atas, perbedaan antara pendekatan emik dan etik, yakni
1. Tujuan
Pendekatan emik bertujuan untuk menggambarkan perilaku dari perspektif pemilik kebudayaan, dikonstruksi dari pemahaman mereka sendiri.
Pendekatan etik bertujuan menggambarkan perilaku dari pandangan eksternal kebudayaan, lalu mengkonstruksi kebudayaan tersebut dengan kebudayaan lain.
2. Metodologi
Pendekatan emik mengharuskan pengamatan direkam secara terbuka, peneliti tinggal di objek yang dikaji, melakukan observasi yang luas dan menyeluruh melalui wawancara, dengan menghindari pemaksaan.
Pada pendekatan etik, pengamatan dilakukan dari luar, ringkas, observasi terbatas, menggunakan pengukuran dari kultur yang berbeda, pandangan yang berbeda.
3. Contoh Tipe Tipikal Studi
Pada pendekatan etik dilakukan dengan cara etnografi fieldwork, observasi partisipan dengan wawancara konten analisis dengan teks berdasar pemikiran masyarakat aslinya.
Sedangkan pada pendekatan etik dilakukan dengan cara survey, kuesioner dengan pengukuran instrumen dan menggunakan variabel-variabel, ukuran-ukuran yang peneliti miliki.
Baca Juga: Mengenal Sub Ilmu Antropologi: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya
Itulah penjelasan tentang pengertian pendekatan emik etik dalam ilmu antropologi. Semoga informasi di atas bermanfaat dan memudahkan dalam memahami pengkajian perilaku manusia dan kebudayaan. (MZM)
