Pengertian Puasa Asyura 10 Muharram dan Hikmahnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin banyak orang terutama umat muslim yang belum mengetahui bahwa pada bulan Muharram atau bulan pertama dalam Kalender Islam, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah yaitu puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Selain itu ada juga puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram. Apa itu puasa Asyura? Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk mengerjakan puasa sunnah ini karena akan mendapatkan pahala yang besar.
Pengertian Puasa Asyura
Dikutip dari buku Puasa, Astrid Herera (2016: 31), pengertian puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan di hari ke-10 di bulan Muharram. Hari ke-10 di bulan Muharram merupakan hari ketika Nabi Musa berpuasa sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan Bani Israil (Umat Nabi Musa kala itu) dari kejaran musuhnya. Sebelum perintah untuk wajib berpuasa di bulan Ramadhan ada, Nabi Muhammad SAW mewajibkan untuk berpuasa Asyura namun setelah perintah wajib berpuasa di bulan Ramadhan turun, maka puasa Asyura menjadi puasa sunnah, bukan puasa wajib.
Hadis Muslim mengatakan:
“Puasa yabg paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu bulan Al-Muharram.” (HR. Muslim)
Untuk membedakan puasa Asyura dengan puasanya orang Yahudi maka Nabi Muhammad SAW menambahkan hari berpuasanya yaitu pada hari Asyura dan tanggal 9 atau disebut dengan puasa tasua.
Hikmah Puasa Asyura
Banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari melaksanakan puasa Asyura di tanggal 10 bulan Muharram ini, di antaranya adalah :
Menghapuskan dosa selama satu tahun sebelumnya hanya dengan mengerjakan puasa selama satu hari, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW melalui sebuah hadis yang artinya “Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Tidak menyamai kaum Yahudi yang juga berpuasa pada haru Asyura , karena itu Rasulullah SAW memerintahkan kepada para umatnya untuk mengerjakan puasa sunnah di tanggal 9 dan 10 bulan Muharram atau puasa Tasua dan Asyura.
Hikmah selanjutnya yang dijelaskan bahwa jika kita ingin melaksanakan puasa Asyura kemudia didahului dengan puasa tasua maka merupakan bentuk kehati-hatian karen ditakutkan bahwa hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari kesembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
Demikian pengertian dari puasa Asyura dan hikmah bagi umat muslim yang mampu menjalankannya. (WWN)
