Pengertian Puasa Tasu'a dan Asyura Beserta Dalil dan Tata Cara Melaksanakannya

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di bulan Muharram, ada beberapa amalan sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan umat muslim untuk menambah pahala. Dari banyak amalan tersebut, melaksanakan dua ibadah puasa , Tasu’a dan Asyura di bulan yang istimewa, Muharram, adalah yang utama setelah puasa Ramadhan. Apa arti atau pengertian puasa tasu’a dan asyura? Bagaimana dalil dan tata cara melaksanakannya?
Pengertian Puasa Tasu'a dan Asyura Beserta Dalil dan Tata Cara Melaksanakannya
Dalam riwayat Imam Muslim, dijelaskan tentang pengertian puasa tasu’a dan asyura yaitu puasa yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan.
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR Muslim).
Sedangkan dari Ibnu Abbas Ra, dijelaskan bahwa puasa Asyura dilakukan Rasulullah SAW dan keluarga beliau sebelum perintah puasa Ramadhan. “Dari Ibnu Abbas Ra, bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura’ dan memerintahkan umatnya supaya berpuasa pada hari tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari kedua dalil tersebut, disimpulkan bahwa melaksanakan ibadah puasa tasua dan Asyura pada bulan Allah, Muharram, sangat istimewa.
Dari buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa: Kunci Beragama Secara Kafah (Ed. Revisi), Dr. Moch. Syarif Hidayatullah (2017: 134) dijelaskan, puasa sunah tasu’a dan asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 dan 10 bulan Muharram. Hukumnya adalah sunnah muakkad.
Tata cara mengerjakannya sama seperti puasa sunah yang lain, hanya berbeda niatnya.
Inilah bacaan Latin niat puasa Tasu’a:
Nawaitu shauma yaumi tasu’ata sunnatan lillahi ta’ala
(Saya berniat puasa sunah tasu’a karena Allah SWT)
Niat puasa Asyura Latin:
“Nawaitu shauma yaumi’asyura’a sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: Saya berniat puasa Asyura sunah karena Allah Ta’ala
Setelah membaca dua niat puasa sunah tersebut, seperti tata cara lainnya adalah melakukan sahur (jika sempat, tanpa sahur pun tak apa, yang penting niat puasa), memperbanyak ibadah seperti membaca Alquran, doa dan berdzikir setelah melaksanakan berbuka puasa pada saatnya.
Pengertian Puasa tasu’a dan Asyura lainnya adalah puasa yang dilaksanakan dua hari berturut yaitu 9 dan 10 Muharram. Kedua puasa tersebut saling melengkapi, menambah pahala serta menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya dan tentunya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat muslim dianjurkan untuk beribadah puasa tersebut pada tahun 2021 ini, yang berdasarkan kalender masehi jatuh pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2021.(IJS)
