Konten dari Pengguna

Pengertian Puisi Naratif Beserta Jenis dan Contohnya dalam Karya Sastra

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi naratif. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Puisi naratif. Sumber: pixabay.com

Puisi berasal dari seorang penyair dari Yunani yang memiliki arti orang yang menciptakan sesuatu melalui imajinasi pribadi. Adapun imajinasi pribadi berarti puisi tersebut adalah karya yang benar-benar dibuat oleh seseorang berdasarkan pengalamannya. Salah satu jenis puisi dalam karya sastra adalah puisi naratif.

Secara umum, puisi naratif berisi tentang ungkapan cerita atau penjelasan tentang penyair, karakter, latar atau rangkaian peristiwa tertentu yang bisa menjelaskan kisah tersebut. Singkatnya, jenis puisi ini berusaha untuk menceritakan suatu kisah dan menyampaikannya dengan jelas.

Berikut adalah jenis-jenis puisi naratif yang dikutip dari buku Ayo Menulis Puisi: Panduan Menulis Puisi untuk Peserta Didik karya Anita Yuniarti dan Dian Marta (2020:7).

  1. Puisi balada, yaitu puisi yang bercerita tentang orang-orang berkuasa yang mengekspresikan getaran tirai kehidupan dalam deskripsi perilaku seseorang. Baik melalui dialog maupun monolog sehingga berisi gambaran objektif tentang sejarah.

  2. Puisi romansa, yaitu puisi yang mengandung cinta dan ditulis menggunakan bahasa romantis. Hal inilah yang membuat puisi romansa sering disebut dengan puisi romantis atau puisi cinta.

Contoh Puisi Naratif dalam Karya Sastra

Puisi naratif. Sumber: pixabay.com

Berikut ini adalah contoh puisi naratif dalam karya sastra yang bisa menjadi referensi Anda.

Pertemuan Di Malam Hari

Setelah minum jus bulan pertama

Aku berjalan tanpa tujuan melewati hutan.

Kemudian aroma dobel yang menakjubkan menenggelamkanku

Berdiri di tengah semak belukar

Berhenti menyanyikan serangga nokturnal.

Didesain sebagai Gail Gail

Tanpa pikiran dan perasaan.

Banyak masalah bersatu,

Tanpa sebab dan akibat.

Kegelapan menyelimutiku.

Seperti kabut yang menghalangi pandangan.

Itu juga tidak masuk akal.

Tidak ada penjelasan. Tidak ada hubungan.

Bau gandasuli memenuhi paru-paru.

Membanjiri pembuluh darah.

Bahkan daging.

Ya Tuhan, apa aku mati berdiri?

Cahaya bulan dan bintang

Jatuh ke pohon yang hanya pohon.

Serangga malam bersuara lagi, hanya bersuara.

Tidak, tidak ada Tidak, tidak ada

Tidak masalah Tidak bagaimana.

Apa perbedaan di abad kedua dan abad ini?

Tiba-tiba

Dari hutan pohon jati keemasan yang gelap

Oleskan rasa tembakau.

Lalu aku melihat kilatan kacamata.

Lalu tersenyum dengan gigi putih.

dan kemudian keluar dari kegelapan

Tubuh gagah dengan topi hitam

dan mantel malam coklat gelap.

Ayah saya, Yang Mulia telah muncul secara tak terduga!

Apa arti kehadiran Anda?

Apa batas antara hidup dan mati

Menurunkan berat badan di bawah sinar bulan?

Saya tidak mengharapkan pertemuan ini.

Aku akan membiarkanmu beristirahat

Di tempat tidur kematianmu.

Sekarang apa yang kamu katakan?

Tanpa harapan. Tanpa keinginan.

Aku berdiri mati di tanah.

Apakah saya benar-benar mati?

Apakah sekarang mandul?

Demikian pengertian puisi naratif beserta jenis dan contohnya dalam karya sastra, semoga membantu. (Anne)