Pengertian Rotasi Bumi dan Perbedaannya dengan Revolusi Bumi

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi selalu bergerak. Gerakan bumi dapat dibagi menjadi dua, yaitu rotasi bumi dan revolusi bumi. Lalu apa perbedaan dari keduanya?
Dikutip dari buku Super Ilmu Pengetahuan Alam 6 yang ditulis oleh Bambang Sutejo & Chatarina Dewi Lukitasari (2007: 117), rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya, sedangkan revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Kedua gerakan tersebut memiliki perbedaan dari waktu (kala) dan dampak yang ditimbulkan di kehidupan sehari-hari.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian rotasi bumi dan perbedaannya dengan revolusi bumi.
Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi
Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa rotasi bumi adalah gerak perputaran bumi mengelilingi porosnya di tata surya. Arah rotasi bumi selalu sama, yaitu dari barat ke timur. Bumi berputar pada porosnya dengan kemiringan bumi 23,5º, dari garis tegak lurus pada ekliptika. Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK dan MAK Kelas X yang ditulis oleh Tia Mutiara, S. Pd., dkk (2006: 99), adapun waktu yang ditempuh untuk sekari rotasi dinamakan kala rotasi, yang mana kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik yang kemudian dibulatkan menjadi 24 jam. Pada peristiwa rotasi bumi, atmosfer yang menyelubungi bumi ikut juga berotasi.
Akibat rotasi bumi adlaah benda-benda langit tampak melakukan peredaran semu harian dari timur ke barat, terjadinya peristiwa siang dan malam, serta adanya perbedaan waktu.
Berbeda dengan rotasi bumi, revolusi bumi adalah gerak perputaran bumi pada orbitnya dan mengelilingi matahari. Bidang orbit matahari dapat disebut dengan ekliptika. Satu periode revolusi bumi adalah 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik, yang kita sebut dengan 1 tahun pada penanggalan masehi.
Akibat dari revolusi bumi adalah pergeseran matahari, yang mana matahari tidak sepanjang tahun beredar di khatulistiwa, melainkan mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan. Akibat lainnya dari revolusi bumi adalah perubahan lama siang dan malam hari, peredaran semu matahari, serta pergantian musim. Apabila di belaham bumi sebelah utara musim dingin, maka di belahan bumi sebelah selatan musim panas, begitupula sebaliknya. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
