Konten dari Pengguna

Pengertian Sifat Distributif dan Cara Perhitungannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat Distributif, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sifat Distributif, Foto: Pixabay

Bilangan bulat adalah gabungan dari bilangan cacah dan bilangan negatif, yang bisa dihitung menggunakan sifat distributif. Untuk itu, kamu perlu memahami pengertian dan cara perhitungannya.

Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, dst atau himpunan bilangan asli ditambah 0. Apabila bilangan cacah ditambah dengan bilangan negatif, maka ia akan disebut dengan bilangan bulat (yang bisa berupa angka positif maupun negatif).

Berdasarkan sifatnya, operasi bilangan bulat dibagi menjadi 3 sifat, yaitu: komutatif alias pertukaran, asosiatif alias pengelompokan, dan distributif alias penyebaran.

Pengertian Sifat Distributif

Sifat Distributif, Foto: Pixabay

Dilansir dari buku Pintar Matematika Tanpa Bimbel, SMP VII, VIII, IX, Anis Septiana Sari, S.Si, (2015:14), sifat distributif adalah operasi hitung yang mengkombinasikan bilangan dari hasil operasi dengan elemen-elemen kombinasi itu.

Rumus sifat distributif bisa digambarkan sebagai berikut:

ab + ac = a (b+c)

Cara Perhitungan dengan Sifat Distributif

Perhitungan operasi bilangan bulat yang menggunakan sifat distributif bisa berupa penjumlahan (pertambahan), pengurangan, dan perkalian. Adapun cara perhitungan yang menggunakan sifat distributif sebagai berikut:

  • Distribusi perkalian dengan penjumlahan yang bisa dirumuskan sebagai berikut:

a x (b + c) = (a x b) + (a x c) = d

Keterangan:

a = bilangan yang didistribusikan

b = bilangan yang dikelompokkan

c = bilangan yang dikelompokkan

d = hasil operasi hitung

Contoh:

5 x (3 + 5) = (5 x 3) + (5 x 5)

= 15 + 25

= 40

Atau

5 x (3+5)

= 5 x 8

= 40

  • Distribusi perkalian dengan pengurangan bisa dirumuskan sebagai berikut:

a x (b – c) = (a x b) – (a x c) = d atau a x (b-c) = (a x b) + (a x (-c)) = d

Keterangan:

a = bilangan yang didistribusikan

b = bilangan yang dikelompokkan

c = bilangan yang dikelompokkan

d = hasil operasi hitung

Contoh:

5 x (5 - 2)

= (5 x 5) - (5 x 2)

= 25 – 10

= 20

Atau

5 x (5 - 2)

= 5 x 3

= 20

Atau

5 x (5 - 2)

= 5 x (5 + (-2))

= 5 x 5 + (5 x (-2))

= 25 + (-10)

= 25 – 10

= 20

Atau

5 x (5 - 2)

= 5 x 3

= 15

Bagaimana? Sekarang kamu sudah paham tentang cara perhitungan dengan sifat distributif, bukan?(BRP)