Konten dari Pengguna

Pengertian Sistem Pneumatik, Kelebihan, dan Cara Kerjanya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian sistem pneumatik, kelebihan, dan cara kerjanya. Foto: Unsplash/André Robillard
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian sistem pneumatik, kelebihan, dan cara kerjanya. Foto: Unsplash/André Robillard

Dalam belajar ilmu fisika, salah satu yang dipelajari adalah materi tentang sistem pneumatik. Sistem ini biasa digunakan sebagai sistem automasi. Namun yang menjadi pertanyaan, apa pengertian sistem pneumatik, kelebihan, dan cara kerjanya?

Untuk mengetahui sebuah materi tentu terlebih dahulu harus mengetahui pengertiannya. Hal ini supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahaminya.

Pengertian Sistem Pneumatik

Ilustrasi pengertian sistem pneumatik. Foto: Pexels/Cottonbro Studio

Pneumatik berasal dari bahasa Yunani pneuma yang artinya udara atau napas. Sedangkan matik berarti ilmu yang berhubungan dengan sesuatu.

Dikutip dari buku Pneumatik dan Hidrolik oleh Wirawan Sumbodo, dkk (2017), pengertian pneumatik adalah teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa) yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja.

Tekanan udara tersebut akan menggerakkan suatu silinder kerja, di mana silinder tersebut yang nantinya akan mengubah tekanan udara menjadi tenaga mekanik (gerakan maju mundur).

Adapun beberapa kelebihan dari sistem pneumatik di antaranya yakni:

  • Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer

  • Dapat disimpan dengan baik

  • Bersih dan kering

  • Tidak peka terhadap suhu

  • Aman terhadap kebakaran dan ledakan

  • Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja

  • Sederhana

  • Murah

Cara Kerja Sistem Pneumatik

Ilustrasi cara kerja sistem pneumati. Foto: Unsplash/John Onaeko

Cara kerja dari sistem pneumatik yakni:

1. Udara disedot oleh kompresor dan disimpan pada reservoir air ( tabung udara) hingga mencapai tekanan kira-kira sekitar 6-9 bar.

Bila tekanan hanya di bawah 6 bar akan menurunkan daya mekanik dari silinder kerja pneumatik dan sedangkan bila bertekanan di atas 9 bar akan berbahaya pada sistem perpipaan atau kompresor.

2. Udara bertekanan tersebut disalurkan ke sirkuit dari pneumatik dengan pertama kali harus melewati air dryer (pengering udara) untuk menghilangkan kandungan air pada udara.

3. Dilanjutkan menuju ke katup udara (shut up valve), regulator, selenoid valve dan menuju ke silinder kerja. Gerakan air silinder ini tergantung dari selenoid.

Bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke inlet dari air silinder maka piston akan bergerak maju sedangkan bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke outlet dari air silinder maka piston akan bergerak mundur.

Jadi, dari solenoid valve inilah penggunaan aplikasi pneumatik bisa juga di kombinasikan dengan elektrik, seperti PLC ataupun rangkaian kontrol listrik lainnya. Sehingga mempermudah dalam pengaplikasiannya.

Baca Juga: 4 Alat yang Prinsip Kerjanya Berdasarkan Hukum Pascal

Itulah pengertian sistem pneumatik, kelebihan, dan cara kerjanya. Semoga penjelasan singkat di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan dari sistem salah satu sistem penggerak yang kerap digunakan dalam bidang industri.(MZM)