Pengertian Stepa dan Lokasi Persebarannya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia kaya akan hutan, salah satunya stepa. Barangkali ada yang sering mendengar stepa tapi pengertian tidak tahu? Tak usah khawatir, di artikel kali ini akan dibahas tentang hutan stepa.
Hutan sangat penting untuk kehidupan di dunia ini. Hutan menghasilkan oksigen untuk kemudian dihirup manusia dan hewan.
Dalam buku yang berjudul Hukum Kehutanan: Studi Penerapan Prinsip Hukum Pengelolaan nilai-nilai hutan dalam kehidupan (Madiong. 2017: 101), menjelaskan tentang hutan ke dalam beberapa poin berikut ini.
Hutan menghasilkan kayu untuk kepentingann ekonomi negara, wilayah, daerah, dan masyarakat;
Hutan memungkinkan habitat satwa tertentu hidup di dalamnya, mulai biota mikro sampai primata
Hutan berfungsi mengatur tata air dan sumber mata air, di mana air mempunyai nilai ekonomi tinggi selain kayu;
Hutan mampu mencegah terjadinya erosi tanah berlebihan, sehingga hutan bernilai dalam mengatur kesuburan tanah pertanian di sekitarnya;
Hutan banyak menghasilkan barang-barang dan jasa selain kayu seperti rotan, jamur, pangan, obat-obatan tradisional, buah-buahan, wisata dan pakan ternak;
Hutan sebagai penghasil oksigen yang nilai ekonominya tinggi bagi kepentingan kehidupan mahluk hidup;
Hutan menyerap karbon bebas yang dapat membahayakan kehidupan manusia; dan
Hutan sebagai penyangga kehidupan manusia dalam arti luas” .
Hutan memiliki beragam jenis, di antaranya:
Hutan Pegunungan
Hutan Dataran Rendah
Hutan Gambut
Hutan Mangrove
Hutan Batu Kapur
Hutan Sabada
Hutan Stepa
Hutan Temperate
Hutan Boreal
Hutan Konifer dan sebagainya.
Pengertian Stepa dan Lokasi Persebarannya
Dalam artikel kali ini akan berfokus pada hutan stepa. Menurut KBBI stepa adalah tanah datar luas dan kering di sana-sini hanya ditumbuhi belukar atau padang rumput yang luas.
Sementara secara ilmu pengetahuan alam, stepa merupakan daratan padang rumput yang terbentang dari daerah tropis sampai sub tropis yang memiliki curah hujan yang sedikit. Stepa terbentuk secara alami dikarenakan curah hujan yang rendah sekitar 30 mm/tahun yang mengakibatkan tumbuhan kesulitan menyerap air. Hanya rumput yang dapat hidup sekaligus beradaptasi dengan iklim tersebut.
Berikut ini adalah jenis-jenis stepa, yaitu:
Stepa iklim kering, tumbu pada suhu 22 derajat C dengan ketinggian kurang dari 900m.
Stepa iklim basah, tumbuh pada suhu 26 derajat C dengan ketinggian kurang dari 1000m. Stepa iklim basah ini berbentuk rawa.
Rawa rumput, tumbuh pada suhu 26 derajat C dengan ketinggian kurang dari 1.000m.
Stepa pegunungan, yabg dapat tumbuh pada suhu 18 derajat C dengan ketinggian 1.500 m – 2.400
Stepa berawa gunung, yang dapat tumbuh pada suhu 10 derajat C dengan ketinggian 1.500 m – 2.400m.
Stepa Alpin, tumbuh pada suhu kurang dari 10 derajat C biasanya timbuh pada ketinggian 4.000 m – 4.500 m.
Komunitas rumput dan tundra/lumut tumbuh pada suhu suhu 10 derajat C dengan ketinggian lebih dari 4.500 m.
Stepa yang ada di Indonesia
Stepa yang hidup di Indonesia terdapat di Pulau Timor dan Nusa Tenggara. Kondisi tanah Pulau Timor dan Nusa Tenggara yang panas dan kering seperti gurun atau semi gurun dengan curah hujan yang rendah menyebabkan tanah yang kurang subur. Penduduk daerah sekiar memanfaatkan stepa sebagai area peternakan.
Fakta unik tentang stepa
25% dari bumi ditutupi oleh stepa
Setiap benua terdapat stepa kecuali di Antartika
Sering terjadi kebakaran
Stepa tropis biasanya dijumpai di belahan bumi selatan dan stepa subtropis bisa dijumpai di belahan bumi utara
Stepa di daerah tropis memiliki rumput yang lebih tinggi dari pada stepa subtropis
Dengan mengenal tentang hutan terutama stepa membuat kita mengerti tentang pentingnya hutan. Sehingga merawat hutan untuk kebaikan bersama.
(MZM)
