Konten dari Pengguna

Pengertian Takwa dalam Islam dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi takwa. Foto. dok. ozgurdonmaz di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi takwa. Foto. dok. ozgurdonmaz di Unsplash

Ketakwaan merupakan suatu hal yang penting dan perlu dimiliki oleh setiap umat Muslim kapan saja dan dimana saja. Apa yang dimaksud dengan takwa? Mari kita simak penjelasannya dalam pemaparan lengkap mengenai pengertian takwa dalam Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Takwa dalam Islam dan Contoh Penerapannya

Bagi umat Muslim, ketakwaan menjadi sifat yang wajib dimiliki. Takwa dapat diartikan dengan percaya kepada Allah dengan sepenuhnya, membenarkan keberadaan-Nya dan takut pada Allah. Seorang hamba yang memiliki ketakwaan dapat dilihat dari ketaatannya pada perintah Allah. Apa yang dimaksud dengan takwa?

Penjelasan lengkap mengenai definisi takwa disebutkan dalam buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah Jilid 2 yang disusun oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri (2019: 104) yang memaparkan bahwa definisi takwa sebagaimana yang dijelaskan oleh Ali bin Abu Thalib adalah takut kepada Allah, mengamalkan Alquran, ridha dengan pemberian yang sedikit, serta bersiap-siap menyongsong hari akhirat. Selain itu, pengertian takwa juga dijelaskan dalam sebuah ayat dalam Alquran yang berbunyi:

Ilustrasi Muslim yang takwa. Foto. dok. ozgurdonmaz di Unsplash

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar (perintah dan larangan) Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan (dalam) hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Wujud ketakwaan dalam seorang hamba dapat kita ketahui dari ciri-ciri orang yang bertakwa yang disebutkan dalam ayat Alquran berikut ini:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ، وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 134-135)

Baca Juga: Taqwa: Arti dan Contoh Penerapannya dalam Ajaran Islam

Ilustrasi Penerapan takwa dalam Islam. Foto. dok. Faseeh Fawaz di Unsplash

Wujud takwa kepada Allah dari seorang hamba dapat dilakukan dengan berbagai hal. Berikut ini adalah contoh penerapan sifat takwa yang dapat Anda terapkan dalam keseharian:

  • Rajin menunaikan ibadah baik itu sunnah maupun wajib

  • Selalu menolong sesama manusia yang berkekurangan

  • Selalu menyisihkan hartanya untuk bersedekah

  • Menjauhi hal-hal yang dilarang Allah dan mengerjakan amalan-amalan yang dicintai Allah

  • Sabar dalam menghadapi kesusahan, penderitaan, dan cobaan dalam hidup

Penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan takwa lengkap dengan contoh penerapannya dalam kehidupan dapat Anda jadikan sebagai bahan renungan untuk memperbaiki diri agar menjadi seorang hamba yang dicintai Allah. (DAP)