Pengertian Tri Kaya Parisudha dalam Agama Hindu beserta Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tri Kaya Parisudha merupakan pedoman bagi umat Hindu. Sebab, di dalamnya terdapat konsep untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Meski demikian, pengertian Tri Kaya Parisudha dalam agama Hindu banyak ditanyakan.
Pasalnya, istilah tersebut menggunakan bahasa Sansekerta dalam menyebutkan tiga perbuatan yang disucikan. Di sisi lain, ketiga perbuatan tersebut sering ditanyakan. Padahal ketiganya adalah perilaku yang sangat disucikan.
Pengertian Tri Kaya Parisudha dalam Agama Hindu
Tri Kaya Parisudha berasal dari tiga kata, yakni tiga (tri) perbuatan/tingkah laku (kaya) yang disucikan (parisudha).
Kata tersebut berasal dari bahasa Sansekerta yang diartikan sebagai tiga perbuatan yang disucikan dimana perilaku tersebut haruslah dimiliki oleh setiap manusia, khususnya dimiliki oleh penganut Hindu.
Sedangkan dikutip dari buku Beragama Tanpa Rasa Takut, Gege Agus Siswadi dan I Dewa Ayu Puspadewi (2020), pengertian Tri Kaya Parisudha dalam agama Hindu adalah konsep ajaran bagi umat yang perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pasalnya dalam ajaran Tri Kaya Parisudha haruslah dijadikan sebagai pedoman kehidupan manusia atau umat Hindu guna mencapai kebahagiaan hidup lahir dan batin.
Tri Kaya Parisudha timbul dari adanya sepuluh pengendalian diri yang disebut karmapatha. Hal ini sesuai dalam Sarasamuscaya 73 yakni:
"Hana karmapatha ngaranya, khrtaning indrya, sapuluh kwehnya, ulakena, kramanya: prawerttiyaning manah sakareng, telu kwehnya, ulahaning wak pat pwarttiyaning kaya, telu pinda sapuluh, prawerttyaning kaya, wak, manah kengeta"
Makna dari kalimat di atas adalah karmapatha namanya, yaitu pengendalian hawa nafsu, sepuluh banyaknya yang patut dilaksanakan; gerak pikiran tiga banyaknya, ucapan /perkataan empat (4) jumlahnya, gerak tindakan/laksana tiga (3) banyaknya.
Jadi sepuluh (10) jumlahnya perbuatan yang timbul dari gerakan badan, perkataan, dan pikiran itulah patut diperhatikan. Tiga perihal dalam Tri Kaya Parisudha yakni:
1. Manacika (pikiran yang bersih dan suci) misalnya:
Tidak ingin dan dengki pada milik orang lain (si tan engin adengkya ri drbyaning len)
Tidak bersikap marah (gemas), kasar kepada semua makhluk (si tan krodha ring sarwa sattwa).
Percaya akan kebenaran karmaphala (si mamituha ri hananing karmaphala).
2. Wacika (ucapan/perkataan yang baik, jujur dan benar) antara lain:
Hindari perkataan jahat, menyakitkan, kotor (ujar ahala)
Menjauhi perkataan keras, menghardik, kasar (ujar aprgas)
Meninggalkan perkataan yang memfitnah (ujar pisuna)
Mencegah perkataan bohong (ujar mithya)
3. Kayika (perbuatan bait, jujur dan benar) yaitu :
Tidak menyiksa dan membunuh (syamati-mati)
Tidak mencuri (manga halalhalal)
Tidak berbuat zina (si paradara)
Baca Juga: Pengertian Tri Kaya Parisudha untuk Pendidikan Karakter dalam Ajaran Hindu
Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian Tri Kaya Parisudha dalam agama Hindu beserta penjelasannya. Semoga informasi di atas dapat menerapkan perbuatan yang sangat disucikan di atas. (MZM)
