Konten dari Pengguna

Pengertian Wacana dalam Bahasa Indonesia serta Jenisnya yang Dapat Dipahami

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca Wacana. Foto: dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Membaca Wacana. Foto: dok. Pixabay

Dalam ilmu bahasa atau linguistik terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pembahasan. Salah satunya adalah wacana. Untuk mengetahui lebih jelas mari simak ulasan berikut ini yang akan membahas tentang pengertian wacana serta jenis-jenisnya.

Pengertian Wacana dalam Bahasa Indonesia Serta Jenis-Jenisnya

Bacaan dapat kita jumpai dengan mudah di berbagai media. Tak hanya itu, bacaan juga memiliki beragam jenis, baik berupa kalimat singkat maupun kalimat panjang sesuai dengan penempatannya. Salah satu jenis bacaan yang kita ketahui adalah wacana. Dalam buku yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama berjudul Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik (2007:92) Wacana adalah kesatuan makna antar bagan di dalam suatu bangun bahasa.

Kesatuan makna memiliki maksud wacana dilihat sebagai bangun bahasa yang utuh sehingga setiap bagian dalam wacana berhubungan secara padu. Wacana secara konteks dapat dibedakan dari teks, tulisan, bacaan, tuturan, atau inskripsi, yang mengacu pada makna yang sama.

Wacana juga memiliki beberapa pembagian jenis. Dalam pembagian jenisnya, wacana dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yakni wacana ekspresif, wacana fatis, wacana informasional, wacana estetik dan wacana direktif. Namun berdasarkan saluran komunikasi, wacana dapat dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis.

Dalam buku berjudul Membaca dan Menulis Wacana: Petunjuk Praktis bagi Mahasiswa yang ditulis oleh Drs. Josep Hayon, M. Hum. mengatakan bahwa wacana lisan ditemukan dalam percakapan, pidato atau bahkan lelucon. Sementara wacana tulis dapat mudah ditemukan terutama pada media yang menggunakan tulisan sebagai konten utama.

Untuk wacana lisan karena tidak terdapat bentuk teks maka saat dibacakan memerlukan daya simak yang tinggi dan sulit diulang. Dalam penyampaiannya dapat dilengkapi dengan gerakan tubuh untuk memperjelas makna yang dimaksud. Selain itu, biasanya wacana lisan tidak lebih panjang dari wacana tulis.

Sebaliknya, wacana tulis biasanya lebih panjang dari wacana lisan. Hal ini terjadi sebab berbentuk teks. Maka dari itu wacana tulis memiliki unit kebahasaan yang lengkap, menggunakan bahasa baku dan mengikuti aturan bahasa. Terkadang berisi keterangan untuk memperjelas pesan dan menghindari salah tafsir oleh pembaca.

Itulah pembahasan tentang pengertian wacana serta penjelasan mengenai jenis-jenisnya. Semoga dapat menambah wawasan Anda! (DA)