Pengertian Zaman Megalitikum dan Ciri-Cirinya

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian zaman megalitikum lebih sering dikenal sebagai zaman batu besar. Pasalnya secara etimologis kata megalitikum sendiri berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu. Menurut keterangan dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, Nana Supriatna (2008: 29), adapun ciri utama dari zaman prasejarah ini ialah dimana manusia pendukungnya dapat menciptakan bangunan-bangunan besar yang berbahan dasar batu.
Secara umum, bangunan batu besar yang dibuat oleh manusia pra-aksara di zaman megalitikum sendiri dikenal sebagai tempat peribadatan atau tempat untuk memberikan penghormatan kepada para roh leluhurnya. Pada zaman ini, para manusia pendukungnya pun disebut telah mengenal kepercayaan, terebih kepercayaan pada animisme.
Pengertian dan Ciri-Ciri Zaman Megalitikum Berdasarkan Bentuk Peninggalannya
Menurut keterangan dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, Nana Supriatna (2008: 29), adapun ciri utama dari zaman prasejarah ini ialah dimana manusia pendukungnya dapat menciptakan bangunan-bangunan besar yang berbahan dasar batu.
Selain memiliki ciri di mana manusia pendukungnya kerap menggunakan batu-batu berukuran besar dalam kehidupan sehari-harinya, adapula ciri-ciri lain dari peningalan zaman megalitikum yang perlu dipahami.
Adapun ciri-ciri tersebut ialah sebagai berikut:
Menggunakan dan meningalkan kebudayaan batu besar
Berkembang dari zaman neolitikum (batu muda) dan zaman logam
Mulai tinggal menetap di suatu wilayah
Telah mengetahui sistem pembagian kerja dan gotong royong
Terdapat pemimpin kelompok
Sudah menerapkan food producing atau memiliki kemampuan bercocok tanam, beternak, dan nelayan
Membuat alat-alat dari gerabah dan sudah mulai memanfaatkan logam
Mulai mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme (memuja roh nenek moyang)
Bentuk Peninggalan Zaman Megalitikum
Disamping ciri-ciri tadi, bentuk peninggalan zaman megalitikum juga cukup khas karena memiliki ukuran yang besar. Adapun contoh peninggalan dari zaman megalitikum ialah sebagai berikut:
Kubur Batu, dimanfaatkan sebagai tempat penguburan jenazah dari pemimpin kelompok
Sarkofagus, dikenal sebagai peti jenazah yang bentuknya menyerupai lesung dan memiliki penutup
Dolmen, merupakan tempat untuk meletakan sesaji untuk roh nenek moyang ataupun sebagai penutup sarkofagus
Menhir, berbntuk seperti tugu batu tegak untuk memperingati anggota kelompok yang sudah meninggal
Punden barudak, merupakan bangunan yang disusun secara bertingkat seperti konsep candi sebagai tempat pemujaaan terhadap roh nenek moyang
Arca batu, dikenal sebagai pahatan yang merepresentasikan wujud nenek moyang
Berdasarkan bentuk-bentuk peninggalannya, zaman megalitikum sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni megalitikum tua (2500-1500 SM) dengan meninggalkan menhir, punden berundak dan arca statis, serta zaman megalitikum muda (1000-100 SM) yang meninggalkan kubur batu, sarkofagus, dolmen, dan arca dinamis. (HAI)
