Penjelasan Mengenai Struktur Teks Negosiasi yang Mudah Dipahami

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara pihak-pihak dalam suatu perundingan. Teks tersebut berfungsi untuk menetapkan keputusan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda. Menurut kbbi.kemdikbud.go.id, arti negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antar satu pihak dengan pihak yang lain. Teks negosiasi bertujuan untuk menyelesaikan masalah dan untuk mencapai kesepakatan bersama antar pihak. Teks negosiasi memiliki struktur yang harus diperhatikan dalam penyusunannya. Apa saja yang ada dalam struktur teks negosiasi?
Struktur Teks Negosiasi
Teks negosiasi memiliki struktur yang membangun negosiasi. Berikut ini adalah struktur teks negosiasi menurut buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, XII oleh Tomi Rianto (2018: 42-43).
Orientasi: Orientasi adalah pengenalan masalah dan pihak-pihak yang berbeda pandangan.
Pengajuan: Pengajuan adalah usulan untuk menyelesaikan masalah dari pihak pertama.
Penawaran: Penawaran adalah argumen-argumen dari pihak kedua untuk menyelesaikan masalah.
Persetujuan: Persetujuan adalah pernyataan yang berisi kesepakatan atau ketidaksepakatan antarpihak.
Penutup: Penutup berisi penegasan terhadap haisl kespeakatan.
Struktur teks negosiasi tidak ada yang baku karena tergantung pada apa yang dinegosiasikan.
Langkah-Langkah Menyusun Teks Negosiasi
Masih bersumber dari buku yang sama, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan teks negosiasi.
Menentukan tujuan.
Menentukan pihak-pihak yang berkaitan.
Menentukan konflik.
Menentukan solusi dalam penawaran.
Menentukan model kespakatan.
Sedangkan menurut buku Super Master Pelajaran SMA/MA Kelas X Semester 1 & 2 Saintek oleh Tim Quantum Research (2020: 702), kaidah teks negosiasi antara lain:
Melibatkan 2 pihak atau lebih, baik secara perseroan, kelompok maupun perwakilan organisasi atau perusahaan.
Berupa kegiatan komunikasi langsung (tatap muka), menggunakan bahasa lisan didukung oleh gerak tubuh dan ekspresi wajah.
Mengandung konflik, pertentangan, ataupun perselisihan.
Menyelesaikan melalui tawar menawar atau tukar menukar (barter).
Menyangkut suatu rencana atau program, suatu keinginan atau sesuatu yang belum terjadi.
Berujung pada dua hal, sepakat atau tidak sepakat.
Itulah penjelasan mengenai struktur teks negosiasi yang mudah dipahami. Semoga dapat membantu anda yang sedang menyusun teks negosiasi.(IND)
